SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bojonegoro masih mendalami motif dan modus pembunuhan yang ditengarai dilakukan MFD terhadap ibu kandungnya, Supatmi, warga Desa Bungur, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Salah satu upaya pendalaman kasus ini dengan mengungkap kondisi kejiwaan terduga pelaku MFD. Saat ini MFD masih menjalani observasi di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Observasi ini berlangsung hingga satu minggu.
Kanit I Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Bojonegoro, Iptu Michel Manansi, mengatakan, terduga pelaku telah menjalani observasi kejiwaan sejak Kamis (27/8/2026). Sampai saat ini, proses pemeriksaan masih berlangsung.
Observasi kejiwaan dilakukan karena keterangan yang disampaikan MFD kepada penyidik berubah-ubah dan kondisi pelaku dinilai belum stabil.
”Observasi selama satu minggu, jadi hari ini belum ada kesimpulan,” kata Iptu Michel Manansi kepada Suarabanyuurip.com via pesan Whatsapp, Sabtu (29/8/2026).
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui secara medis kondisi kejiwaan pelaku oleh dokter spesialis kedokteran jiwa atau psikiater.
Oleh sebab itu, hingga kini penyidik belum dapat memastikan motif pembunuhan. Namun, dari keterangan sementara sejumlah saksi, MFD sempat merantau ke Kalimantan dan berjualan nasi goreng. Sekitar delapan bulan lalu, dia pulang kampung halaman di Bojonegoro dan kemudian berpisah rumah dengan istri.
“Dari keterangan saksi, termasuk kakaknya, ada kemungkinan pelaku diduga mengalami depresi karena berpisah dengan istrinya,” ungkapnya.
Diwartakan sebelumnya, Supatmi meninggal dunia setelah diduga dihantam batu paving oleh anak kandungnya sendiri, MFD. Peristiwa tersebut terjadi di rumah korban di Desa Bungur, Kecamatan Kanor.
Sebelum kejadian, MFD disebut sempat mencari kedua orang tuanya ke rumah kakaknya dan terlibat perselisihan dengan sang kakak.
Setelah itu, MFD pulang ke rumah dan menunggu kedatangan kedua orang tuanya. Beberapa waktu kemudian, orang tuanya, yakni Supatmi bersama suaminya, Mahbop, pulang ke rumah.
Saat mengetahui kedua orang tuanya telah tiba, MFD kembali mengamuk dan terlibat keributan dengan ayahnya. MFD diduga sempat mencoba memukul sang ayah menggunakan batu paving.
Tetapi, Mahbop berhasil menghindar dan melarikan diri ke rumah kerabat untuk meminta pertolongan. MFD kemudian diduga menghantam Supatmi menggunakan batu paving hingga korban meninggal dunia.(fin)
Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung di Bojonegoro Jalani Observasi Kejiwaan





