SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kekeringan ditunjukkan Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Bojonegoro bersama Batalyon TP 885/Belibis Putih. Keduanya berkolaborasi menyalurkan bantuan 100.000 liter air bersih kepada warga di sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan air bersih.
Bantuan tersebut terdiri dari 20 tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Distribusi dilakukan di sejumlah desa di Kecamatan Tambakrejo dan Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
BPC HIPMI Bojonegoro bersama Batalyon TP 885/Belibis Putih berkomitmen mendorong kolaborasi sosial untuk membantu masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan bantuan di tengah kondisi kekeringan.
Adapun bantuan disalurkan ke Dusun Kramanan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Tambakrejo sebanyak empat tangki; Dusun PP, Desa Nganti, Kecamatan Ngraho tiga tangki; Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo; Desa Jatimulyo RT 10 sebanyak dua tangki; Desa Pengkol dua tangki; Desa Gamongan tiga tangki; serta Desa Nganti, Kecamatan Ngraho satu tangki.
Ketua Umum BPC HIPMI Bojonegoro, Jawa Timur, Muhammad Sholikhuddin Zuhdi, mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang menghadapi keterbatasan air bersih akibat musim kemarau.
“Air adalah kehidupan. Setetes air mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi masyarakat yang berada di daerah kekeringan, air sangat berarti dan sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar pria yang akrab disapa Kang Sholek ini kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (5/9/2026).
Terpisah, Komandan Batalyon Infanteri TP 885/Belibis Putih, Letkol Inf Rino Wahyu Nugroho, menyatakan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian dan upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi kekeringan.
“Kami berharap bantuan air bersih ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial yang dapat dilakukan bersama,” ungkap Letkol Inf Rino Wahyu Nugroho.
Menurut dia, persoalan kekeringan tidak hanya menjadi perhatian satu pihak. Karena itu, diperlukan kepedulian dan kerja sama berbagai elemen untuk membantu masyarakat yang terdampak.
“Kolaborasi seperti ini penting untuk terus dibangun. Pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, maupun elemen lainnya dapat bersama-sama mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing untuk membantu masyarakat,” tuturnya.
Ditambahkan, bantuan air bersih diharapkan dapat dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama sumber air mengalami keterbatasan.
Penyaluran bantuan tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam menghadapi dampak kekeringan. Kepedulian dari berbagai pihak juga dinilai penting.
”Agar masyarakat di wilayah terdampak tidak menghadapi persoalan krisis air seorang diri,” tandasnya.(fin)





