SuaraBanyuurip.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan lelang Tahap II Tahun 2026 untuk 8 wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas). Bid document atau dokumen tender telah dibuka 17 September sampai 31 Oktober 2026, dan batas akhir waktu pemasukan Dokumen Partisipasi pada 2 November 2026.
Ke 8 WK Migas yang dilelang yakni WK Jago, Mahesa, Rafflesia, Belibis, Talu, Manta, Palu dan Leti Selatan.
Rinciannya, WK Jago seluas 8.487,61, bentuk kontrak bagi hasil cost recovery, minimun komitmen pasti tiga tahun pertama meliputi G&G, akuisisi dan pemrosesan seismik 2D sepanjang 1.000 km, minimum bonus tandatangan USD 200.000, dengan mekanisme penawaran langsung.
WK Mahesa memiliki luas 9.145,66 dengan bentuk kontrak bagi hasil Cost Recovery. Pekerjaan meliputi G&G, akuisisi dan pemrosesan Seismik 2D sepanjang 1.000 km, minimum bonus tandatangan USD 200.000, dengan mekanisme penawaran langsung.
Untuk Rafflesia memiliki luas wilayah kerja 9.027,74 km, dengan skema bagi hasil cost recovery. Pekerjaan meliputi G&G, akuisisi dan pemrosesan Slseismik 2D sepanjang 1.000 km, minimum bonus tandatangan USD 200.000 melalui penawaran langsung.
WK Belibis memiliki luas 4.860,47 km dengan skema bagi hasil cost recovery. Lingkup pekerjaan meliputi G&G, pengeboran 1 sumur eksplorasi, bonus tandatangan USD 200.000 melalui penawaran langsung.
WK Migas Palu memiliki luas 7.912,78 km, dengan skema bagi hasil cost recovery. Pekerjaan miliputi G&G, akuisisi dan pemrosesan seismik 2D sepanjang 300 km. Minimum bonus tandatangan USD 200.000 melalui penawaran langsung.
WK Migas Leti Selatan memiliki luas 11.226,09. Menggunakan skema bagi hasil
Cost Recovery atau Gross Split. Lingkup pekerjaan meliputi G&G, akuisisi dan pemrosesan seismik 3D seluas 250 km2 atau 2D sepanjang 1.000 km. Minimum bonus tandatangan USD 200.000, melalui penawaran reguler.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman dalam keterangannya di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Soetowo Jakarta, Kamis (17/9), penawaran lelang 8 Wilayah Kerja tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi Migas yang melimpah dalam mendukung kebutuhan energi di masa depan.
Laode mengungkapkan, Indonesia sekarang ini sedang menghadapi dua tantangan kritis yaitu memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat sekaligus memenuhi tanggung jawab kita terhadap keberlanjutan iklim, termasuk mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060.
“Sektor energi Indonesia tengah memasuki era baru, era yang menuntut adanya keseimbangan, inovasi, dan kolaborasi. Kami berkomitmen untuk terus menjaga ketahanan energi nasional melalui kegiatan eksplorasi yang berkelanjutan dan peningkatan investasi di sektor hulu migas,” jelas Laode dikutip, Minggu (20/9/2026).
Sejalan dengan hal tersebut, lanjut Laode, Pemerintah terus melakukan penyempurnaan kebijakan dan pengelolaan usaha hulu migas untuk menciptakan iklim investasi yang kompetitif dan memberikan kepastian bagi Kontraktor. Berbagai penyempurnaan yang telah dilakukan antara lain peningkatan porsi bagi hasil bagi Kontraktor, pemberian 10% FTP, penetapan nilai minimum Signature Bonus berdasarkan risiko, fleksibilitas dalam memilih skema kontrak baik Cost Recovery maupun Gross Split, 100% harga DMO, tidak adanya kewajiban relinquishment dalam tiga tahun pertama masa komitmen, serta kemudahan dalam mengakses data melalui keanggotaan di Migas Data Repository.
Kontraktor juga dapat memperoleh fasilitas perpajakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengajukan insentif apabila terdapat kendala keekonomian dalam pengembangan Wilayah Kerja.
“Berbagai kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah untuk menciptakan iklim investasi hulu migas yang semakin kompetitif, sekaligus memberikan ruang bagi Kontraktor untuk mengoptimalkan pengembangan Wilayah Kerja yang dikelola,” tegasnya.
Bagi Badan Usaha dan/atau Bentuk Usaha Tetap yang berminat mengikuti Penawaran Lelang Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Tahap II Tahun 2026 bisa mengikuti proses lelang yang akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal sebagai berikut:
Jadwal Lelang Penawaran Langsung untuk Wilayah Kerja Jago, Mahesa, Rafflesia, Belibis, Talu, Manta, Palu adalah sebagai berikut:
a. Akses Bid Document: 17 September 2026 s.d. 31 Oktober 2026
b. Batas akhir waktu pemasukan Dokumen Partisipasi: 2 November 2026
Dan Jadwal Lelang Reguler pada Wilayah Kerja Leti Selatan adalah sebagai berikut:
a. Akses Bid Document: 17 September 2026 s.d. 14 Januari 2027
b. Batas akhir waktu pemasukan Dokumen Partisipasi: 14 Januari 2027
Badan Usaha dan/atau Bentuk Usaha Tetap yang berminat dapat melakukan registrasi dan mengakses Bid Documentmelalui laman lelang Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Informasi lebih lanjut mengenai Penawaran Lelang Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi dapat diakses melalui https://esdm.go.id/wkmigas/




