Bupati Arief Dibisiki Menteri Bahlil Soal Sumur Minyak Tua di Blora

Sumur minyak tua Blora.
TITIP POTENSI : Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia sedang berbisik kepada Bupati Blora, Arief Rohman kala mengunjungi Lapangan Sumur Tua Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.(istimewa)

Suarabanyuurip.com — Arifin Jauhari

Blora — Pascakunjungan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Lapangan Sumur Tua Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, baru baru ini konon menyisakan secuil cerita tentang bisikan dan titipan atas potensi lapangan minyak dan gas bumi (migas) tersebut.

Sumur migas Ledok, diketahui adalah salah satu lapangan migas tua di wilayah kerja Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Cepu di Blora. Saat berada di lokasi, tertangkap kamera ketika Bahlil terlihat sedang berbisik dengan Bupati Blora.

Bupati Blora, Arief Rohman menjelaskan ihwal kejadian saling bisik itu. Dirinya dititipi oleh Menteri Bahlil untuk menggali dan menjaga potensi sumur migas tua.

‘’Iya kemarin dititipi soal potensi sumur tua di Blora. Potensinya luar biasa,’’ ungkapnya dalam keterangan tertulis dikutip Suarabanyuurip.com, Jumat (25/7/2025).

Bupati menjabat periode ke dua ini menilai, penyumbang pertumbuhan ekonomi di Blora ialah kegiatan pertambangan. Yakni pertambangan sumur tua yang mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Di PAD saja 7,5 persen disumbang sektor sumur tua,’’ terangnya.

Apalagi, kini terdapat landasan hukum terkait sumur masyarakat, yang mana dapat meningkatkan produktifitas tambang. Ini pun nantinya bisa menunjang perekonomian setempat. Namun terkait hal ini pihaknya masih memetakan mana saja sumur-sumur itu.

Baca Juga :   Petinggi PKB Tour de Wali Songo Mendoakan Cawapres Muhaimin Iskandar

“Masih tahap identifikasi,’’ bebernya.

Diwartakan sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, keberadaan sumur minyak tua tidak sekadar menyumbang produksi. Sumur minyak rakyat juga telah menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan perputaran ekonomi masyaratakat.

“Satu sumur tenaga kerjanya itu bisa 10 orang. Jadi ini menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Terus pendapatan masyarakat perputaran ekonominya ada,” tegas Bahlil saat meninjau sumur migas Ledok, salah satu lapangan migas tua di wilayah kerja Pertamina EP Cepu di Blora, Jawa Tengah, Kamis (17/7/2025) lalu.

Di wilayah kerja Lapangan Cepu terdapat delapan struktur sumur produksi aktif yang dikelola melalui kerja sama antara Pertamina EP selaku KKKS dengan mitra lokal seperti Koperasi Unit Desa (KUD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Struktur tersebut antara lain Wonocolo, Dandangilo, Ngrayong, Ledok, Semanggi, Banyubang, Gegunung, dan Gabus.

Di Kabupaten Blora terdapat 206 titik sumur minyak tua yang dikelola BUMD Blora Patra Energi. Yakni 190 titik berada di wilayah Ledok, Kecamatan Sambong dan 70 titik berada di Semanggi, Kecamatan Jepon. Sedangkan 50 sumur lainnya belum dikelola.

Baca Juga :   Pertamina EP Asset 4 Siapkan Protokol New Normal

Istilah sumur minyak tua mengacu pada sumur minyak bumi yang dibor sebelum tahun 1970. Sumur tersebut pernah berproduksi, dan saat ini tidak lagi diusahakan oleh kontraktor aktif. Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi pada Sumur Tua.

Penerapan skema ini diperkuat melalui Permen ESDM No. 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi. Regulasi ini membuka ruang bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut berperan dalam mengelola sumur-sumur marginal dengan tetap menjunjung prinsip keselamatan, keberlanjutan, dan tata kelola yang baik.

“Yang penting adalah masyarakat bisa menjalankan aktivitasnya dengan baik, jadi tidak rasa was-was. Dan mereka legal, supaya lingkungannya kita jaga,” jelas Bahlil.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait