Dua Rig Pertamina Drilling Beroperasi di Bojonegoro

Rig PDSI
Dua Rig Pertamina Drilling Beroperasi di Bojonegoro.(suarabanyuurip.com/ist)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Sebanyak dua unit rig milik PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) saat ini beroperasi di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur.

Satu diantara rig tersebut, Rig SKW-B30, dipakai kegiatan pengeboran sumur SKW-039. Sumur ini merupakan wilayah kerja Pertamina EP Sukowati Field.

Rig SKW-B30 mulai melakukan tajak atau “spud in” Sumur SKW-039 pada 20 Agustus 2026 pukul 21.00 WIB. Sumur ini merupakan sumur eksploitasi dengan target penyelesaian pekerjaan selama 55 hari.

Data operasi mencatat sebanyak 146 personel berada di lokasi pekerjaan (Person on Board/POB). Dari jumlah tersebut, 91 personel merupakan pekerja Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI).

Hingga periode pencatatan, operasi Rig SKW-B30 membukukan 1.752 safe man hours, dengan akumulasi mencapai 67.092 safe man hours. Sementara secara keseluruhan tercatat safe man hours kumulatif sebesar 3.698.216 jam.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengatakan, keberadaan dua rig di Bojonegoro tersebut menjadi bagian dari armada Pertamina Drilling yang kini mencapai 58 rig, mencakup armada pengeboran darat (onshore), dan lepas pantai (offshore).

Baca Juga :   RIG PDSI #40.3 Digunakan EMCL Sumbangkan Penghargaan Pertamina Drilling di Asia Tenggara

Pertamina Drilling tidak hanya mengandalkan bisnis penyediaan armada pengeboran. Perusahaan juga tengah memperkuat kapabilitas melalui Integrated Project Management (IPM) dengan konsep End to End Well Construction Delivery.

Pengembangan tersebut diarahkan agar Pertamina Drilling mampu menjadi one stop company solution. Melalui konsep tersebut perusahaan tidak hanya menyediakan rig, tetapi mengintegrasikan berbagai layanan dalam pembangunan sumur.

“Ke depan, kami ingin Pertamina Drilling bukan hanya dikenal sebagai perusahaan drilling. Kami ingin menjadi one stop company solution berbasis Integrated Project Management. Konsepnya end to end well construction delivery,” kata Ave Disasmita.

Menurut dia, model tersebut memungkinkan pembangunan sumur dikelola secara lebih terintegrasi, mulai planning, drilling, well services, engineering, teknologi hingga layanan pendukung.

Dengan pendekatan tersebut klien tidak hanya mendapatkan kapasitas rig, tetapi solusi pembangunan sumur secara menyeluruh melalui satu koordinasi delivery. Pertamina Drilling menargetkan transformasi tersebut dapat meningkatkan utilisasi aset, produktivitas, efisiensi biaya, penerapan teknologi serta memberikan value bagi klien.

Perusahaan membidik posisi sebagai national champion Integrated Well & Construction dengan kemampuan menguasai value chain drilling, dan pembangunan sumur melalui penguatan kemampuan, teknologi, sumber daya manusia, aset dan delivery.

Baca Juga :   Pastikan Operasi Migas Aman Pergantian Tahun, Pertamina Drilling MWT ke Field Cepu dan Sukowati

‎Dikonfirmasi terpisah, Manager Communication, Relation & Community Involvement & Development Regional 4, Rahmat Drajat, membenarkan keberadaan rig Pertamina Drilling di Lapangan Pertamina EP Sukowati Field.

“Rig tersebut saat ini beroperasi di Pad B, ke depan kami gunakan juga rig tersebut untuk Sumur Banyu Geni,” tegasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait