SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro – Sejak musim kemarau terik hingga 29 September 2026, Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur telah mendistribusikan air bersih hingga 3.600.000 (3,6 juta) liter ke desa-desa terdampak.
Terdata di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, total telah terdistribusi hingga 720 tangki. Air bersih tersebut tak hanya dari Pemkab, namun juga dari stakeholder pemerintah daerah. Diantaranya, dari EMCL sebanyak 150 tangki, PEPC Zona 12 (115 tangki), BPR (84 tangki), PMI (68 tangki), R Kebangsaan (60 tangki), dan Bank Jatim sebanyak 30 tangki.
Ratusan mobil tangki tersebut mendroping air bersih ke wilayah Kecamatan Sumberrejo, Sukosewu, Ngraho, Ngambon, Temayang, Ngasem, Margomulyo, Purwosari, Kedewan, Tambakrejo, Bubulan, Sugihwaras, Dander, Malo, Kapas, Kepohbaru, Kedungadem, Kasiman, dan Kecamatan Sekar.
Kalaksa BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengatakan, puluhan desa di 19 dari 28 kecamatan di Bumi Angling Dharma telah melaporkan kondisi kekeringan. Mereka mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD.
Mantan Camat Padangan ini menambahkan, distribusi air bersih dilakukan secara bertahap ke desa-desa yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kekeringan. Selain melalui BPBD, pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Diantaranya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) maupun donasi.
“Untuk desa yang terdampak kekeringan, bisa membuat surat permohonan bantuan air bersih ke BPBD Bojonegoro,” tegasnya.(fin)





