SuaraBanyuurip.com – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono meminta Dinas Pendidikan menuntaskan rehabilitasi tiga ruang kelas dan satu ruang komputer SMPN 1 Tambakrejo. Agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar dan membahayakan keselematan siswa.
“Harus segera diselesaikan. Kalau bisa tahun ini tuntas,” kata Bupati Wahono saat singgah di SMPN 1 Tambakrejo menuju lokasi medhayoh di Desa Napis dikutip dari akun media sosialnya, Kamis (8/10/2026).
Bupati Wahono meninjau beberapa ruangan di SMPN 1 Tambakrejo. Diantaranya ruang laboratorium atau komputer. Di ruang ini, adik Ketua Dewan Pertimbang Presiden (Wantimpres), Praktikono, itu mendapati ada plafon ambrol.
Bupati Wahono didampingi Kepala SMPN 1 Tambakrejo, Wahyudiono bersama sejumlah guru. Juga, Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, M. Anwar Mukhtadlo.
“Ini bahaya. Bisa mengancam keselamatan siswa dan guru. Kapan ini diperbaiki,” tanya Bupati Wahono.
Mendapat pertanyaan tersebut, M. Anwar Mukhtadlo menyampaikan perbaikan ruang komputer akan dilaksanakan tahun ini.
“Tahun ini direhab bapak,” ucap Mukhtadlo.
Kepala SMPN 1 Tambakrejo, Wahyudiono menyampaikan, ruang laboratorium ini biasanya digunakan tes kemampuan akademik (TKA) oleh siswa sekolah dasar.
“Kalau total muridnya di sini 693 siswa dengan jumlah 22 rombel,” ujar mantan Kepala SMPN 1 Kedewan itu.

Usai meninjau ruang laboratorium, Bupati Wahono meninjau tiga ruang kelas yang ambrol. Ruang tersebut sebelumnya digunakan proses belajar mengajar. Namun, karena kayunya lapuk, sekarang sedang proses dirobohkan karena membahayakan.
“Apa ini juga dibangun tahun ini,” tanya bupati lagi.
“Nggak pak. Tahun ini hanya dua titik. Tapi akan kita usulkan tahun depan,” jawab Mukhtadlo.
Bupati Wahono mengingatkan agar kualitas pembangunan dijaga, karena kondisi tanah Bojonegoro, khususnya di wilayah Tambakrejo sangat labil.
“Pondasinya harus benar-benar kuat. Sebab di sini tanahnya gerak,” pesannya.
Bupati asli Bojonegoro itu menambahkan, kunjungannya ke SMPN 1 Tambakrejo untuk mengecek kegiatan pembelajaran. Serta memastikan fasilitas pendidikan layak dan optimal.
“Sebagai mana prinsip kami, pendidikan adalah salah satu prioritas kami di kerja-kerja pemerintahan. Jika fasilitasnya nyaman dan baik, akan melahirkan generasi emas Bojonegoro yang membanggakan,” tegasnya.(red)





