SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Nurul Azizah, mendorong pembinaan peternak ayam pedaging dan petelur dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat kemandirian peternak, serta menjaga keberlangsungan usaha perunggasan.
Perempuan Wabup pertama di kabupaten penghasil minyak dan gas bumi ini menilai, penguatan sektor peternakan tidak cukup hanya melalui bantuan. Mereka juga membutuhkan pendampingan, akses terhadap kebutuhan produksi, dan penguatan kelembagaan peternak.
“Dengan begitu, peternak diharapkan mampu mengembangkan usaha sekaligus menghadapi tantangan biaya produksi dan pemasaran,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (9/10/2026).
Nurul berharap, dengan mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan para peternak tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang, dan meningkatkan produktivitas. Pada akhirnya memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik dari usaha yang dijalankan.
Hal tersebut sejalan dengan aspirasi peternak yang mengapresiasi langkah Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) dalam menyelenggarakan pembinaan perunggasan. Sekaligus mengukuhkan asosiasi peternak ayam pedaging dan ayam petelur di Ruang Angling Dharma, Pemkab Bojonegoro, Rabu (7/10/2026) kemarin.
Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur Kabupaten Bojonegoro, Santoso, mengapresiasi dukungan Pemkab Bojonegoro bersama Perum Bulog dalam memfasilitasi jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi peternak ayam petelur.
“Terima kasih Pemkab dan Bulog, karena kita sudah diberi jagung SPHP, semoga setelah ini kita makin maju,” tuturnya.
Ketersediaan jagung sebagai bahan baku pakan menjadi salah satu aspek penting dalam keberlangsungan usaha ayam petelur. Dukungan tersebut diharapkan membantu peternak memenuhi kebutuhan produksi, sehingga usaha dapat berjalan lebih optimal.
Sementara Ketua Asosiasi Peternak Ayam Pedaging Kabupaten Bojonegoro, Samsul Hadi, menyebut pembentukan asosiasi merupakan wadah yang telah lama diharapkan peternak.
“Paguyuban ini yang kami idam-idamkan,” ujarnya seraya menambahkan, keberadaan asosiasi diharapkan menjadi ruang komunikasi dan koordinasi bagi peternak untuk menyampaikan persoalan usaha, bertukar informasi, serta menjembatani kebutuhan peternak dengan pemerintah daerah.(fin)





