Pertamina EP Cepu Field Serahkan Sarana Budidaya 1.000 Ayam Petelur

Ayam petelur
Kades Banyu Urip, Sugiyanto dan Manager Program IDFoS Indonesia, Rizal Zubad Firdausi di dalam sarana budidaya ayam petelur program Pertamina EP Cepu Field.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Tuban – PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Cepu Field Zona 11 bersama mitra pendamping IDFoS Indonesia, menyerahkan sarana produksi budidaya ayam petelur kepada Kelompok Ternak Giri Muda di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu (14/10/2026).

Penyerahan sarana produksi melalui Program Swasembada Ternak Sejahtera (SATERA) tersebut, menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan usaha peternakan ayam petelur.

Fasilitas yang diserahterimakan meliputi pembangunan kandang, 1.000 ekor ayam petelur, serta dukungan operasional pemeliharaan. Unit usaha peternakan ini selanjutnya dikelola oleh Kelompok Ternak Giri Muda di Desa Banyuurip.

Kepala Desa Banyuurip, Sugiyanto, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT Pertamina EP Cepu Field Zona 11 dan IDFoS Indonesia atas dukungan program pemberdayaan tersebut. Ia berharap fasilitas peternakan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan pendapatan warga dan pengembangan ekonomi desa.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pertamina EP Cepu Field Zona 11 dan IDFoS Indonesia atas dukungan program ini,” kata Sugianto.

Baca Juga :   Bupati Tak Hadir, Sidang Perdata Dugaan Penyerobotan Tanah Ditunda

Di tempat yang sama, Manager Program IDFoS Indonesia, Rizal Zubad Firdausi, menjelaskan Program SATERA merupakan wujud dukungan PT Pertamina EP Cepu Field Zona 11 bagi kelompok ternak di Desa Banyuurip. Dukungan tersebut direalisasikan melalui penyaluran 1.000 ekor ayam petelur beserta sarana pendukung budidaya.

Menurut Rizal, selama 35 hari sejak ayam tiba di lokasi, tingkat kematian tercatat nol ekor meskipun peternak menghadapi cuaca panas yang cukup ekstrem. Pada periode yang sama, produksi telur juga terus mengalami peningkatan secara bertahap.

“Alhamdulillah meski berhadapan dengan cuaca ekstrem, laju produksi telur terus mengalami peningkatan bertahap,,” ucapnya.

“Harapan kami, pada bulan November mendatang (target) tingkat produksi telur harian sudah mampu mencapai angka optimal di kisaran 85 persen,” ujar Rizal.

Target tersebut diharapkan menjadi tahap awal bagi Kelompok Ternak Giri Muda untuk mengembangkan usaha budidaya ayam petelur secara berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Banyuurip.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait