SuaraBanyuurip.com – Wanuri (70), resmi purna tugas sebagai Kepala Dusun (Kasun) Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kasun ring satu lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), itu berhenti menjadi aparatur pemerintah desa sejak Agustus 2026.
Wanuri menjabat Kasun Bandungrejo selama 31 tahun, mulai 1996. Ia diangkat berdasarkan Undang-undang No. 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa dengan masa jabatan perangkat desa sampai 64 tahun.
Berdasarkan aturan itu, Wanuri seharusnya purna tugas pada 2020. Namun oleh Kepala Desa (Kades) Bandungrejo, (alm) Sapani diperpanjang. Tenaga dan pikirannya masih dibutuhkan untuk membantu memberikan pelayanan dan penyelenggaraan Pemerintahan Desa Bandungrejo.
Wanuri menggelar acara pamitan untuk menandai purna tugas sebagai Kasun Bandungrejo di rumah makan 44S Jalan Veteran, Sabtu (10/10/2026). Acara dihadiri kepala dusun se Kecamatan Ngasem, Kapolsek Iptu. Mujianto, Sekretararis Kecamatan, Deni Ike Nirmayanti, Pjs. Kades Budi Utomo, dan Perangkat Desa Bandungrrjo.
Tampak hadir juga mantan Camat Ngasem, Waji; mantan Sekcam Sigit Jatmiko dan M. Jadid.
Wanuri menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Bandungrejo yang sudah memberi kesempatan dirinya untuk mengabdi memberikan pelayanan kepada masyarakat. Juga Pemerintah Kecamatan Ngasem dan Paguyuban Kepala Dusun se Kecamatan Ngasem yang selama ini memberikan bimbingan dan membantunya menjalankan amanah sebagai kepala dusun hingga purna tugas.
“Saya pribadi dan keluarga juga memohon maaf apabila selama menjabat kasun dan dalam bergaul, berbicara di paguyuban kasun ada kesalahan baik yang disengaja maupun tidak sengaja,” ujarnya.
“Meski saya sudah tidak lagi menjabat kasun, saya berharap tali silaturahmi ini tidak pernah terputus,” lanjut Mbah Wanuri.

Pj Kades Bandung, Budi Utomo, mengucapkan terima kasih kepada Wanuri atas dedikasinya selama menjadi kepala dusun membantu pelayanan, pemerintahan dan kemajuan Desa Bandungrejo.
“Atas nama Pemerintah Desa Bandungrejo acara pamit pisah ini sangat berat bagi kami. Kami sangat kehilangan sosok figur, tokoh, sesepuh yang selama ini banyak membantu desa. Selama menjadi Pj Bandungrejo saya banyak berkonsultasi dan meminta pendapat dan solusi kepada Mbah Wanuri tentang permasalahan yang ada di desa,” sambungnya.
“Meski sudah purna tugas, kami berharap Mbah Wanuri tetap memberikan kontribusi sumbangsih pemikirannya untuk kemajuan Desa Bandungrejo,” tambah Budi.
Senada disampaikan Sekretaris Kecamatan Ngasem, Deni Ike Nirmayanti. Mantan pejabat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, ini berharap purna tugas tidak membatasi Wanuri untuk tetap berkarya turut membangun Desa Bandungrejo.
“Mewakili bapak Camat Ngasem yang tidak bisa hadir di sini karena ada kegiatan di Kecamatan, kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian Mbah Wanuri selama menjadi Kasun Bandungrejo,” tuturnya.
Mbah Wanuri Sosok Teladan
Ketua Paguyuban Kepala Dusun se Kecamatan Ngasem, Parno menyampaikan, sosok Mbah Wanuri adalah teladan bagi kepala dusun di wilayah Ngasem.
“Beliau itu orangnya bisa ngemong. Seperti bapak kami. Banyak memberikan solusi kapada temen kasun-kasun,” kata Kepala Desa Suruan, Desa Butoh itu.

Parno berharap hubungan baik antara kepala dusun se Kecamatan Ngasem dengan Mbah Wanuri bisa terus terjaga.
“Jangan sampai tali silaturahmi ini terputus. Karena kami juga masih membutuhkan bimbingan dari Kung Wanuri,” lanjutnya.
Mantan Sekcam Ngasem, Sigit Jatmiko mengungkapkan, Mbah Wanuri selama menjabat Kasun Bandungrejo adalah sosok yang dihormati dan disegani oleh masyarakat dan kepala dusun di wilayah Kecamatan Ngasem.
“Kalau Mbah Wanuri sudah ngomong serius di grup WhatsApp kepala dusun, tidak ada yang berani membantah,” beber pria yang saat ini menjabat Camat Gondang itu.

Kapolsek Ngasem, Iptu. Mujianto menambahkan, Wanuri selama menjadi Kasun Bandungrejo banyak membantu kinerja kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Beliau orangnya responsif. Banyak memberikan saran, masukan dan mencarikan solusi saat terjadi permasaahan di Desa Bandungrejo,” ungkapnya.
Mujianto menambahkan, Desa Bandungrejo merupakan wilayah strategis karena terdapat obyek vital nasional lapangan Gas JTB. Juga menjadi lokasi rencana pembangunan pabrik bioetanol.
“Kami berharap semua pihak untuk bersama-sama menjaga kamtibmas,” pungkasnya.(red)





