UKM Multimedia IKIP Bojonegoro Sukses Bangun Kelas Film Berbasis Proyek

UKM Multimedia IKIP PGRI Bojonegoro.
Ketua Umum UKM Multimedia IKIP PGRI Bojonegoro, Dedy Indra Setiawan mendapat apresiasi dari Pimpinan Yayasan, Boedy Irhadtanto.

SuaraBanyuurip.com – Kegiatan organisasi sering berhenti di rapat dan seremoni. UKM Multimedia IKIP PGRI Bojonegoro memilih jalan lain. Menerapkan konsep Project Based Learning (PBL), yaitu pembelajaran yang berangkat dari proyek nyata dan berujung pada luaran yang bisa disaksikan.

Ketua Umum UKM Multimedia IKIP PGRI Bojonegoro, Dedy Indra Setiawan mengatakan, konsep tersebut dimewujudkan lewat Kelas Film. Puncaknya dirayakan dalam MULMEDFEST #1, Dies Natalis ke-1 UKM Multimedia, Sabtu (26/9/2026) di Auditorium IKIP PGRI Bojonegoro.

“Kelas film ini dirancang sebagai satu rangkaian utuh, bukan kumpulan pertemuan yang berdiri sendiri,” ujar Dedy.

Pemuda yang akrab atau disapa BungDed, itu menjelaskan proses kelas film berjalan dalam beberapa tahap. Pertama, pembekalan fundamental pada Mei 2026. Anggota mempelajari dasar-dasar produksi film, mulai dari ekosistem produksi dan manajemen kru, penulisan naskah, penyutradaraan dan penerjemahan visual lewat storyboard, sinematografi dan tata cahaya, tata suara dan tata artistik, hingga teori pascaproduksi.

“Untuk memperkaya wawasan, kami mengundang para praktisi film dan multimedia sebagai pemateri, salah satunya Oky Dwi Wicahyo, sutradara teater Sandur,” tutur pendiri UKM Multimedia reborn ini.

Tahap kedua, sidang pitchdeck pada Agustus 2026. Setiap kelompok mempresentasikan rancangan filmnya dalam pre-production meeting dan harus lolos uji kelayakan produksi sebelum boleh melanjutkan ke lapangan.

Ketiga, produksi atau shooting pada Agustus hingga awal September 2026. Kelompok yang lolos terjun langsung ke lapangan dan mengambil gambar setiap akhir pekan.

Keempat, pendampingan editing dan finishing. Karya disempurnakan dengan pendampingan sebelum ditayangkan.

Baca Juga :   PEPC Berikan Inspirasi Siswa SMKN 5 Bojonegoro

Kelima, Eksibisi. Film-film hasil Kelas Film diputar dalam nonton bareng pada MULMEDFEST #1, terbuka bagi seluruh mahasiswa kampus dan masyarakat umum.

“Dengan alur ini, ilmu yang diterima anggota di kelas tidak berhenti sebagai catatan. Mereka diuji dalam sidang, dipraktikkan di lapangan, dan dipertanggungjawabkan di depan penonton,” ujar Executive Producer ini.

Satu Rangkaian, Satu Perayaan

Konsep PBL tidak hanya berlaku di Kelas Film. Seluruh kegiatan UKM Multimedia diarahkan agar saling terhubung dan menghasilkan luaran nyata. Di jalur literasi, alurnya dimulai dari open submission buku antologi puisi. Setelah itu, peserta dibekali lewat Kelas Praktisi tentang cara menulis puisi yang baik dan benar. Naskah-naskah yang terkumpul kemudian dirangkai menjadi buku Spektra dan diluncurkan (launching) di MULMEDFEST #1.

Di jalur film, hasilnya adalah empat film dari Kelas Film. Kedua jalur ini bertemu dalam satu panggung perayaan.

“Dengan begitu, kegiatan organisasi tidak monoton, setiap program punya tujuan dan luaran yang jelas, dan semuanya terintegrasi,” tegas Bung Ded.

Hampir 100 peserta dan penonton menyaksikan MULMEDFEST #1 mengusung tema “Beyond The Frame: Merayakan Karya, Mengabadikan Cerita, Meneruskan Asa”.

Acara dibuka langsung oleh Pimpinan Yayasan, Boedy Irhadtanto. Hadir pula Koordinator Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Day Ramadhani; Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Ayu Fitrianingsih; dan Pembina UKM Multimedia, Zuhad.

Zuhad dalam sambutannya menekankan pentingnya menghubungkan pembelajaran di ruang kelas dengan praktik di wadah organisasi. Menurutnya, dunia akademik dan praktik harus berkolaborasi agar ilmu mahasiswa terwujud dalam karya nyata.

Baca Juga :   PPDB SMPN di Bojonegoro Jalur Zonasi Diumumkan Sabtu Mendatang

“Kelas Film yang digagas Dedy menjadi contoh nyata dari semangat itu,” ujarnya.

Dedy menegaskan UKM Multimedia adalah rumah yang harus terus dijaga. Menurutnya, UKM Multimedia bukan sekadar organisasi yang pernah dia isi, tapi rumah yang akan terus dibawa dan dijaga sampai nanti.

“Boleh ketuanya berganti, boleh wajah-wajah baru mengisi, tapi nama UKM Multimedia harus tetap berdiri sendiri. Jangan biarkan ia melebur, jangan biarkan ia terganti, sebab identitas yang kita bangun ini bukan sekadar nama yang mati. Selama masih ada karya, selama masih ada mimpi, UKM Multimedia akan tetap UKM Multimedia sampai kapan pun nanti,” tuturnya.

Bung Ded berarap melalui MULMEDFEST #1, UKM Multimedia menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk berkarya, berkolaborasi, dan meneruskan asa lewat tulisan maupun visual.

Selain pemutaran film dan peluncuran buku Spektra, acara ini diisi penyerahan penghargaan puisi terbaik tingkat nasional kepada Mariana Rusilia Handayani. Dilanjutkan dengan pembacaan puisi.

Berikut Empat Film Luaran Kelas Film yang tayang di MULMEDFEST #1:

1.Garis yang Berlawanan. Sutradara: Lita Marga Ningrum. Produser: Suci Indah Lestari

2.Di Balik Layar Kecerdasan. Sutradara: Anasifa Rahmawati. Produser: May Nurul Cahyani dan Siti Sukartini

3.Tanpa Pengalaman. Sutradara: Anasifa Rahmawati. Produser: Rantis Alfila.

4.Yang Tersisa dari Kita. Sutradara: Diahayu Lestari. Produser: Lita Marga Ningrum.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait