Soal Akuisisi Saham PT SER di Blok Cepu, DPRD : Bupati Tak Ada Langkah Nyata

Selasa, 20 April 2021, Dibaca : 600 x Editor : nugroho

Arifin Jauhari
Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Prianto.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Lambatnya keputusan akuisisi saham PT Surya Energi Raya (SER) dalam pengelolaan penyertaan modal (Participating Interest/PI) Blok Cepu oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, disikapi serius unsur Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Wakil Ketua I DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto menyebut Bupati Anna Muawanah terkesan tidak ada langkah riil untuk mengakuisisi saham PT SER di PI Blok Cepu. Padahal sudah ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2014 lalu, bahwa kepemilikan saham BUMD Bojonegoro, PT ADS lebih kecil daripada saham PT SER.

Baca Lainnya :

    "Kesannya, pemkab membiarkan potensi pendapatan daerah yang seharusnya bisa mencapai ratusan miliar menguap begitu saja. Kalau bicara pemerintah daerah kan mesti Bupati ya, langkah riilnya sampai detik ini tidak ada," kata Sukur kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (20/04/2021).

    Menurut Sukur, Pemkab Bojonegoro dinilai mampu untuk mengakuisisi saham milik PT. SER. Sehingga PT ADS bisa memiliki saham mayoritas. Jika itu dilakukan, tentunya akan ada potensi luar biasa untuk mendongkrak pendapatan asli daerah. Apalagi sudah ada rekomendasi dari BPK terkait temuan tersebut.

    Baca Lainnya :

      "Yang saya heran, kenapa sampai saat ini hal itu tidak dilakukan. Saya tidak menuduh, itu kan nggak baik ya. Tetapi sebagai politisi kita harus bicara pada dua kacamata. Ada apa sebenarnya," ujar Sukur.

      Sukur menandaskan, BPK sudah merekomendasikan kepada Pemkab Bojonegoro untuk memenuhi amanat Peraturan Pemerintah (PP) No 54 tahun 2017 tentang BUMD. Yakni kepemilikan saham BUMD minimal 51%. Bukan seperti komposisi sekarang ini 25% PT ADS dan 75% PT SER. 

      "Apa yang dilakukan DPRD ? kita meminta, mendorong agar Saudara Bupati melakukan langkah-langkah kongkret untuk menindaklanjuti temuan BPK itu berupa menaikkan komposisi prosentase saham menjadi 51:49. Kenapa demikian, karena ini untuk rakyat. Semakin cepat ini kita beli, semakin cepat kita mendapat potensi pendapatan sampai ratusan miliar," tegasnya.

      Sebelumnya, Sekda Bojonegoro, Nurul Azizah yang ditunjuk Bupati Anna sebagai Ketua Tim penyelesaian masalah PT ADS menyampaikan, belum ada keputusan tentang pembelian saham milik PT SER.

      "Dereng (belum) ada keputusan apapun nggih," ujar Nurul dikonfirmasi suarabanyuurip.com, Rabu (31/3/2021).

      Sementara itu, Kuasa Hukum PT SER, Ilya Sumono, pernah menyampaikan jika kliennya siap menjual sahamnya apabila Pemkab Bojonegoro menginginkan kepemilikan saham maupun pembagian keuntungan menjadi mayoritas. Tapi dengan dua syarat. Pertama, proses penjualan harus diawasi oleh kantor konsultan keuangan bereputasi internasional. Kedua, seluruh saham harus diambil Pemkab Bojonegoro karena berkaitan dengan hitung-hitungan komersial.

      "Kalau pemkab mau beli, belilah semua. Karena dengan prosentase keuntungan 75% sekarang ini, tidak menguntungkan bagi kami karena turunya harga minyak. Selain itu dari investasi yang kita keluarkan sebesar USD 120,457 juta, perkiraaan kita hanya kembali sekitar USD 90 juta," ujar Ilya saat menghadiri forum diskusi grup yang dilakasanakan Bojonegoro Institute  (BI) bertajuk Pengelolaan Participating Interest Bojonegoro - Blok Cepu yang Berintegritas dan Berkeadilan untuk Kesejahteraan Masyarakat Daerah Penghasil Migas di salah satu hotel bintang di Bojonegoro, Kamis (10/9/2020) lalu.(fin) 










      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more