Diserang Hama Cabe Langka di Pasaran

pedagang cabe

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Komoditas bumbu masak cabe sejak sepekan terakhir mulai terbatas di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Hal itu terjadi setelah tanaman cabe milik petani setempat terkena serangan hama penyakit.

Selain itu, kelangkaan cabe akibat minimnya pasokan menjadikan harga komoditas pedas ini melonjak. Harga cabe rawit saat ini di pasar tradisional di wilayah setempat mencapai Rp41.000 per Kg dari sebelumnya sekitar Rp23.000.

Sedang untuk cabe hijau meski tidak terlalu drastis, tapi mulai beranjak naik dari harga sebelumnya. Yaitu harga saat ini Rp16.000 dari Rp15.000 per Kg. Cabe keriting saat ini di pasaran Rp17.000 per Kg dari Rp16.000.

“Cabe mulai langka sejak seminggu kemarin. Mungkin karena daerah yang selama ini menyetok cabe hasil panennya menurun,” terang Basar (33), pedagang di Pasar Bongkaran Tuban, Selasa (2/4/2013).

Terpisah sejumlah petani cabe di sentra tanaman cabe Tuban, seperti, di Kecamatan Kerek, Montong, dan Kecamatan Bancar mengeluhkan serangan hama terhadap tanaman cabenya.

Baca Juga :   Jelang Ramadan, 173 Pemda Belum Tangani Inflasi

Padahal selama ini wilayah tersebut terkenal sebagai pemasok cabe lokal, di samping Kabupaten Ngawi, Banyuwangi, dan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

“Warga disini menyebut dengan hama lodoh, sudah beberapa hari ini menyerang cabe yang siap panen,” terang Karsono (52), petani cabai asal Dusun Puter, Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek, Tuban.

Dia jelaskan, akibat hama ini kondisi tanaman cabe yang sudah membesar pun akan terlihat layu, dan membusuk. Lainnya, cabe yang siap panen, baik itu yang masih hijau maupun yang sudah berwarna merah juga akan membusuk. Kondisi ini membuat cabe di tempat tersebut tidak jadi dipanen.

Kondisi ini diperparah dengan hutang-hutang mereka kepada tengkulak untuk membeli pestisida. Karena apabila hama ini dibiarkan tanpa pengobatan. Cabe yang masih sehat akan tertular, dan terserang penyakit ini.

“Harus diobati, dan untuk mendapat obat itu hasil menghutang,” tambahnya.

Setelah panen paksa, penghasilan petani yang sudah berkurang ini akan langsung dijual kepada tengkulak dengan harga murah.

Biasanya, dalam keadaan normal Karsono mengaku lahan yang diolahnya sekitar 200 meter persegi mampu menghasilkan 100 kilogram cabe dalam satu kali masa panen. Tapi setelah adanya serangan hama ini, lahan mereka hanya mampu menghasilkan tak lebih dari 60 kilogram saja dalam satu kali panen. (edp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *