SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Sekira 20 pemuda Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur melakukan aksi protes di salah satu pengerjaan proyek Engineering Procurement and Construction (EPC)-5, di wilayah desa setempat, Sabtu (21/6/2014).
Aksi dipicu lantaran warga, dan pemuda desa setempat merasa kesal akibat adanya pengalihan jalan yang membahayakan warga. Mereka pun sempat menghadang lalu lalang kendaraan yang keluar masuk di area RWI, salah satu proyek di EPC-5.
“Kita meminta kejelasan penyelesaian dan solusinya,” kata salah satu perwakilan pemuda, Rofiq.
Menurut dia, warga menilai kondisi jalan akibat adanya peralihan jalan cukup membahayakan. Sebab, tak jarang warga jatuh ketika melintas. Namun demikian dia mengakui jika kondisi fisik jalan tersebut memang serba repot.
“Kalau tidak disiram debunya banyak, tapi kalau disiram licin, makanya harus ada solusi,” imbuhnya.
Selain itu, pemuda juga meminta beberapa tuntutan. Diantaranya, kompensasi berupa lampu penerangan jalan desa dari pihak perusahaan, dan kejelasan pengurangan tenaga kerja dari proyek EPC-5. Pemuda menuntut pengurangan tenaga kerja tidak diprioritaskan bagi warga lokal.
“Seharusnya dari luar (Desa Sudu) yang dikurangi terlebih dulu,” sambung pemuda lain.
Tak berapa lama, aksi tersebut dimediasi di Balai Desa setempat oleh Camat Gayam, Hartono, beberapa perwakilan EPC-5 dan sub kontraktor-nya PT Panca Duta Prakarsa (PDP). (roz)




