Panen Melimpah, Petani Cabai Terancam Rugi

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Terus menurunya harga cabai di pasaran memunculkan kekhawatiran dikalangan petani cabai di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Pasalnya, kerugian bakal mengancam mereka akibat tak sebandingnya biaya produksi dengan harrga jual.

Sekarang ini harga cabai di pasaran hanya berkisar Rp800 per kilo gram (Kg). Padahal sebelumnya, harganya menembus Rp30 ribu hingga Rp40 ribu/Kg. Karena itu  petani berharap pemerintah melakukan kontrol supaya harga cabai di pasaran tetap setabil.

Sarimin, salah satu petani dari Desa Bangoan, Kecamatan jiken, mengatakan, dengan panen raya yang terjadi hampir serentak membuat stok di pasaran menjadi berlimpah yang mangakibatkan harga menjadi turun.

Dia mengugkapkan, meskipun tahun ini ada  tanda-tanda hasil panen mengalami peningkatan, namun dirinya merasa rugi lantaran harga jual di pasaran saat ini mengalami penurunan.  “Panen tahun ini kelihatannya ada peningkatan dan melimpah. Tapi kalau tidak diimbangi dengan harga, juga sama saja,” kata dia, Jum’at (27/3/2015).

Hal yang sama juga dirasakan Suraji, petani asal desa Ketringan Kecamatan jiken. Dia mengngkapkan, saat ini kecamatan yang ada di Blora sudah mulai panen cabai, sehingga harga mulai turun. “Harga cabai kemarin-kemarin mencapai  Rp. 30.000- Rp. 40.000 perkilogram (kg), di tingkat petani. Namun sekarang mulai berangsur turun secara berkala dan sekarang menjadi 8000/Kg,” timpalnya.

Kondisi tersbut,  membuat dirinya dan para petani lainnya merasa khawatir. Dengan harga yang terus menerus turun tersebut, praktis petani merasa sangat merugi. “Meskipun panen meningkat, jika harga turun terus jelas akan rugi, ” tandasnya.

Pasalnya, biaya produksi cukup tinggi mulai dari perawatan benih, tanam sampai panen. Dia berharap harga cabai jangan sampai turun lagi. Karena hal itu semakin merugikan petani.

“Kami berharap pemerintah bisa ikut memantau dan mengontrol agar tidak terjadi penurunan harga lagi. sebab jika harga menurun tentunya akan semakin memberatkan para petani,” harapnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *