SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan -Petani  cabai di Kecamatan Solokuro,Kabupaten Lamongan,Jawa Timur, tengah menikmati manisnya panen raya. Saat ini harga cabai cukup mahal sehingga membuat mereka mendapat untung besar.
Saat ini harga cabai di pasaran Lamongan  mencapai Rp70 ribu perkilogram. Di tingkat petani harga jualnya sekira Rp60 ribu/Kg.
Ada tiga desa dari 18 desa di Kecamatan Solokuro yang menjadi sentra tanaman holtikuktura yaitu Desa Tenggulun, Sugihan dan Dadapan. Petani setempat mayoritas bercocok tanam cabai saat musim kemarau.
“Tanam cabai tidak membutuhkan banyak irigasi, Mas. Selain itu harga cabai juga selalu tinggi,” kata salah satu petani di Desa Dadapan, Jono.
Untuk memperoleh untung besar, petani di sana mengunakan bibit unggul jenis hibrida yang waktu panenya relatif cepat. Yaitu hanya dua bulan di bandingkan dengan jenis bibit biasa (lokal) yangwaktunya 4 bulan baru panen. Selain itu buahnya juga lebih besar dan cepat masak di pohon.
Petani lain di Desa Tenggulun, Fatah mengungkapkan, lahan seluas seperempat hektar yang ditanami cabai sebanyak 4500 batang. Setiap harinya dirinya mampu memanen cabai sebanyak 70 Kg hingga 80 Kg. Dari hasil penen itu, kata Fatah, jika dijual mendapatkan Rp4,5 juta per hari.
“Panen cabai tidak bisa dilakukan sekaligus seperti padi. Setiap hari rata-rata bisa dipanen 70-80 kg,” ungkapnya.
Fatah memperkirakan, masa petik cabai masih akan berlangsung hingga dua minggu kedepan dengan hasil panen sekira 1 ton atau Rp 60 juta bila dirupiahkan.
“Untuk menjualnya mudah karena ada tengkulak yang datang membeli langsung kerumah petani,†pungkas Fatah.(tok)





