SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyesalkan sikap operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) yang seakan lepas tangan dengan adanya peristiwa keracunan gas yang mengakibatkan warganya menjadi korban.
“Hingga saat ini belum ada tindak lanjut sama sekali,” ujar Kepala Desa Sambiroto, Sudjono, saat dihubungi Suarabanyuurip.com pada Selasa (2/2/2016).
Bahkan, saat bau yang menyerupai telur busuk menyerang warga di sekitar Pad A dan jatuh korban mulai sesak nafas, batuk, hingga pingsan, tidak ada satupun penanganan dari tim Penanggulangan Keadaan Darurat dan Bahaya (PKDB) seperti yang telah disimulasikan setiap tahunnya.
“Tidak ada evakuasi seperti yang disimulasikan, warga bertindak sendiri,” tukasnya.
Tidak itu saja, pihaknya menyesalkan tidak adanya bantuan dari JOB P-PEJ saat banyak korban berjatuhan. Padahal, saat pelatihan PKDB warga mendapatkan uang saku sebesar Rp50.000 ditambah snack.
“Awalnya, korban yang dirawat di rumah sakit menanggung semua biaya sendiri. Tapi karena diprotes banyak orang akhirnya ditanggung oleh JOB P-PEJ,” tukasnya.
Disinggung kewajiban JOB P-PEJ terhadap warga yang terdampak, Sudjono, mengaku, memang ada program Corporate Social Responsibility (CSR) setiap tahunnya yang diberikan, namun program CSR tersebut tidak berjalan maksimal.
“Tahun 2014 program CSR kami hangus, sementara tahun 2015 dari total Rp265 juta hanya terealisasi Rp70 juta untuk pompanisasi bagi petani setempat,” pungkasnya. (Rien)




