SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Bau menyerupai telur busuk yang diduga berasal dari sumur Lapangan Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, ‎Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kembali mendapat keluhan warga sekitar.
Kepada suarabanyuurip.com sejumlah warga mengaku kesal lantaran merasa tidak nyaman akibat mencium bau busuk tersebut.
Rokhim, warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, mengaku bau tak sedap diduga kuat berasal dari tapak sumur (Well Pad) C Lapangan Banyuurip.
“Sudah mulai dari kemarin sore,” ujarnya, Kamis (25/2/2016).
Meski tidak tahu persis berapa jarak antara sumber bau dengan permukiman warga, bau tersebut diduga menyebar ke sejumlah dusun di Desa Gayam.
“Jaraknya tidak tahu berapa tapi baunya menyebar dan membuat tidak nyaman,” keluhnya.
Warga lain, Singgih juga merasakan hal yang sama. Bau menyengat seperti telur busuk kerap keluar dan diduga dari sumur di Lapangan Banyuurip. Dia khawatir bau tersebut dapat mengancam kesehatan warga sekitar Gayam baik dalam jangka pendek atau pun jangka panjang.
“Warga tidak tahu apa bau ini berbahaya bagi kesehatan atau tidak. Tapi jangka panjangnya bisa jadi,” tuturnya khawatir.
Terkait bau yang kerap dirasakan ini, sebagian warga menilai kompensasi berupa beras tidak sebanding dengan ancaman kesehatan warga Gayam.
“Kondisinya seperti ini kok hanya dikasih beras,” cetus Wajib, warga Gayam lain.
Sementara itu, warga Dusun Templokorejo, Desa Gayam, Khoirul Anam dilaporkan tidak kuat hingga harus muntah – muntah. Bau tersebut dirasakan sejak tiga hari lalu.
Pantauan Suarabanyurip.com, sejak Kamis (25/2/2016) sore hingga jam 21.00 WIB bau menyerupai telur busuk tercium menyengat hingga diarea kantor redaksi Suarabanyuurip Media di Desa Gayam.
‎Terkait keluhan bau yang kerap tercium ini, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) menyatakan jika sudah melakukan pengecekan. Selain itu, EMCL juga menyatakan produksinya berjalan normal dan dalam operasinya mengutamakan keselamatan.
‎”‎Dalam menjalankan operasinya, EMCL mengutamakan keselamatan pekerja, warga dan lingkungan sekitar,” jawab Juru Bicara dan Humas EMCL Rexy Mawardijaya setiap dimintai konfirmasi terkait bau yang banyak dikeluhkan warga.‎(roz)




