SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, akan menata rantai distribusi cabai di wilayahnya agar harganya tidak melambung seperti yang terjadi di sejumlah daerah. Karena selama ini Lamongan merupakan produsen cabai.
Hal itu disampaikan Bupati Lamongan Fadeli saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Sidoharjo bersama Wakil Bupati Kartika Hidayati dan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Yuhronur Efendi, Selasa (10/1/2016).
Dari hasil sidak, harga cabai di Lamongan menunjukkan tren penurunan. Dari sebelumnya Rp 94.500 perkilogram, menjadi Rp 80.000 perkilogram.
Menurut dia, sempat tingginya harga cabai ini dikarenakan beberapa pedagang mengambil pasokan cabai dari luar daerah. Padahal di Lamongan saat ini sedang panen cabai.
“Karena itu saya sudah perintahkan kepada Direktur Perusahaan Daerah Pasar Lamongan untuk menata rantai distribusi agar cabai hasil panen petani Lamongan dijual di wilayah Lamongan. Dengan begitu fluktuasi harga bisa lebih dikontrol,†tegas Fadeli.
Dia mengungkapkan, hasil panen cabai Lamongan cukup melimpah. Tahun ini luas panen cabai mencapai 3.555 hektar dengan produksi sementara sebesar 37.240 kwintal. Sedangkan tahun 2015 seluas 3.550 hektar dengan produksi mencapai 43.699 kwintal.
“Jika rantai distribusi ini dijaga, tentu fluktuasi harga tidak akan terjadi,†pungkasnya.(tok)





