SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bojonegoro menggelar kolaborasi internasional bertajuk Move & Impact bersama Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA). Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas jejaring gerakan mahasiswa ke level global.
Kegiatan ini turut melibatkan tiga perguruan tinggi di Bojonegoro, yakni Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri), Universitas Bojonegoro (Unigoro), dan IKIP PGRI Bojonegoro. Selain itu, kolaborasi juga menggandeng Ademos Indonesia serta Yayasan Mannah Indonesia sebagai mitra pemberdayaan masyarakat.
Ketua PC PMII Bojonegoro Moh. Bahrul Hikam mengatakan, kolaborasi yang dipusatkan di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo yang digelar kemarin itu melibatkan unsur kampus, komunitas, serta masyarakat desa. Tujuannya memperluas jejaring gerakan mahasiswa ke level global.
“Move & Impact bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagian dari upaya kami membawa kader PMII Bojonegoro berjejaring secara internasional sekaligus tetap berpijak pada realitas masyarakat desa,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kolaborasi lintas negara menjadi penting agar mahasiswa memiliki perspektif global tanpa kehilangan sensitivitas sosial. Pihaknya ingin kader PMII mampu membaca isu global, namun tetap hadir memberi solusi di tingkat lokal.
“Desa Dolokgede menjadi ruang belajar bersama untuk itu,” terangnya..
Perwakilan UMPSA Malaysia Nor Azlina Binti Rahmat menyampaikan apresiasinya atas inisiatif PC PMII Bojonegoro yang membuka ruang kolaborasi lintas negara di tingkat mahasiswa.
“Kami melihat PC PMII Bojonegoro memiliki visi yang kuat dalam menghubungkan gerakan mahasiswa dengan isu-isu global. Ini bukan hanya kolaborasi simbolik, tetapi kolaborasi berbasis dampak,” ungkapnya.
Ia menilai pemilihan desa sebagai lokasi kegiatan menjadi nilai lebih dalam kerja sama ini. Pendekatan langsung ke masyarakat seperti ini sangat relevan dengan semangat pengabdian di perguruan tinggi.
“Kami belajar banyak dari model pemberdayaan yang dilakukan bersama mitra lokal di Bojonegoro,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Ademos Indonesia Ahmad Shodiqurrosyad menekankan pentingnya kolaborasi multi-pihak dalam melakukan pemberdayaan masyarakat.
“Sinergi antara mahasiswa, kampus, dan komunitas adalah modal besar untuk mempercepat pemberdayaan masyarakat. Kami mengapresiasi PC PMII Bojonegoro yang mampu menjembatani semua elemen ini,” tuturnya.(jk)





