SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Andi Amran Sulaiman, berkunjung langsung di Kabupaten Bopjonegoro, untuk menyaksikan proses panen raya petani di Desa Gedungarum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (22/1/2018).
Kedatangan Menteri Amran yang kedua kalinya ini didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arip Rahman, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin, Bupati Bojonegoro, Suyoto, Ketua KPPU Syarkawi Rauf, Wakil Kepala Satuan Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman, dan Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Pol Drs Ari Dono Sukmanto.
Khusus di Desa Gedungarum, Amran menyebutkan, luas lahan yang memasuki proses panen mencapai 1.800 hektare dengan produktivitas gabah kering panen (GKP) mencapai 9-12 juta ton.
“Kalau seluruh Indonesia target panen bulan Februari 2018, mencapai 1,7 juta hektare,” ujarnya kepada awak media.
Pihaknya optimis, panen raya di awal tahun 2018 ini bisa memenuhi kebutuhan nasional. Bahkan, diprediksi mengalami surplus.
Disinggung terkait rencana impor beras, Amran mengaku, impor hanya dilakukan pada tahun 2016 dan 2017 karena adanya bencana el nino dan la nina. Selama dua tahun RI telah mengimpor kurang lebih 12 juta ton.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Suyoto, menolak keras rencana Pemerintah Pusat untuk melakukan import beras yang dinilai merugikan petani. Terlebih, stok beras di Kabupaten Bojonegoro melimpah saat panen raya.
“Bulan ini saja, panen di Kecamatan Kanor mencapai 8.227 hektar,” kata Bupati Suyoto.
Sementara di bulan Februari panen luas mencapai 35.779 hektar, Maret seluas 25.694 hektar, April seluas 3.527 hektar. Sedangkan Desember sampai Mei mencapai 78.200 hektar. Selama panen raya berlangsung sampai bulan April, perkiraan produksi padi mencapai 500.480 ton.
“Tahun 2017 saja kita bisa produksi hingga 1.580.000 ton padi,” tandasnya.(rien)Â




