SuaraBanyuurip.com -Ahmad Sampurno
Bojonegoro – Warga sekitar Lapangan Minyak Banyuurp, Blok Cepu, antusias menyaksikan pembukaan Festival Banyu Urip 2018, di Lapangan Desa Gayam Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat, (16/11/2018) sore.
Mereka memadati lokasi pertunjukan silat dan seni reog yang disuguhkan secara gratis di Festival Banyu Urip.
“Bisa dilihat sendiri antusiasme warga begitu tinggi,” kata Ketua Panitia Festival Banyu Urip 2018, Eko Cahyono.
Reog yang ditampilkan dalam Festival Banyu Urip ini merupakan kolaborasi antara Reog Desa Mojodelik dan Reog Desa Gayam.
“Sudah sejak lama kedua desa ini melestarikan kesenian dari Ponorogo itu,” ucapnya kepada suarabanyuurip.com.
Anggota Karang Taruna Desa Gayam Agus Hafidh mengungkapkan setiap tahun antusiasme warga terhadap Festival Banyu Urip semakin meningkat. Mengingat, dalam even tahunan itu selalu dilakukan perbaikan agar memberikan hiburan kepada masyarakat.
“Tahun ini lebih ramai dibanding tahun lalu,” ujar Agus.
Partisipasi masyarakat dalam Festival Banyu Urip cukup bagus. Terdapat 10 stan binaan EMCL dan ada lebih dari 15 stan pedagan lain.
“Kalau yang tidak terdaftar kami belum tahu jumlahnya,” tutur Ketua KNPI Kecamatan Gayam ini.
Menurutnya, ada yang berbeda dalam pelaksanaan Festival Banyu Urip 2018 dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kami ada gunungan yang berisi hasil bumi 12 desa di Kecamatan Gayam,” katanya.
Gunangan tersebut akan diarak dari Balai Desa Gayam menuju lapangan.
“Ini sengaja kami lakukan untuk lebih menarik minat masyarakat dalam menyaksikan Festival Banyu Urip ini,” pungkasnya. (ams)





