Puting Beliung Porak Porandakan Rumah dan Bangunan Proyek JTB

Pos Security proyek JTB tumbang

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko 

Bojonegoro – Turunnya hujan disertai angin kencang atau puting beliung yang menerjang sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, selain menumbangkan pohon juga merusak bagunan rumah warga. Tak terkecuali di sekitar lapangan migas Banyu Urip, Blok Cepu dan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB).

Dua lokasi proyek Migas yang bersentra di Kecamatan Gayam dan Ngasem tersebut juga menjadi sasaran amukan puting beliung pada Senin (11/11/2019) sekitar pukul 16.30 WIB. Tak pelak rumah warga dan sebagian bangunan proyek Engineering Procurement and Construction Gas Processing Facility (EPC GPF) JTB porak poranda.

“Pas saya lewat jalan turut Desa Gayam anginnya kencang banget dan nerjang rumah warga di dekat jalan langsung ringsek rumahnya,” kata warga Desa Mojodelik, Supraeko, kepada Suarabanyuurip.com.

Terjangan angin puting beliung tidak hanya merusak rumah warga saja, namun juga menghancurkan bangunan proyek JTB seperti pos security dan lain sebagainya.

“Saat saya pulang dari bertani hujan disertai angin kencang sungguh menakutkan, sampai membuat pos security jungkir balik,” sambung Parjono petani sekitar proyek JTB.

Baca Juga :   Diterjang Angin Kencang, Rumah Sekitar Lapangan Gas JTB Roboh

Terpisah Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin, mengatakan, kerusakan sedang di inventaris team safety. Kerusakan bangunan sementara, seperti tempat makan / feeding station, plafond masjid, atap gudang.

“Kalau bangunan permanen tidak ada masalah. Alhamdulillah semuanya aman,” ujar Zainal Arifin, kepada Suarabanyuurip.com melalui WhatsApp Senin (11/11/2019) malam.

Zainal menjelaskan, tanda tanda angin kencang ini diketahui sejak Sabtu kemarin ditandai dengan kejadian sebelumnya banyak pohon tumbang, kaca bangunan dan atap gedung pertokoan dan tempat Wisata di Bojonegoro banyak yang rusak akibat pancaroba tersebut.

“Alhamdulillah kejadian tadi sore tidak ada yang lukai tenaga kerja. Karena di proyek selalu dilakukan monitor terus menerus,” ucapnya.

Jika kondisi cuaca sudah tidak mendukung seperti gelap, angin mulai berhembus, hujan mulai turun semua kegiatan dihentikan.

“Semua pengawas wajib memberhentikan pekerjaan yang sedang berlangsung dan pekerja diistirahatkan masuk ke lokasi yang aman yang telah ditetapkan,” pungkas pria ramah ini.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *