SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta masyarakat mewaspadai ular berbisa, salah satunya jenis cobra. Sebab, memasuki musim hujan mulai November hingga Desember banyak telur ular yang menetas di habitatnya.
Kabid Penyelamatan Dinas Damkar Bojonegoro Teguh Haris mengatakan, ular berpindah habitat seperti masuk rumah. Karena selain untuk menetaskan telur juga mencari makanan. Ular-ular itu mencari mangsa seperti kadal, kodok, dan tikus hingga burung yang banyak di sekitar permukiman.
“Mangsa mangsa ini akan mengundang ular hadir di sekitar tempat tinggal warga. Jika ada area yang nyaman, ular akan berkembang biak,” katanya, Jumat (13/11/2020).
Dia mengatakan, mulai November hingga Desember adalah proses siklus biologi alami mereka untuk berkembang biak. Seperti tahun lalu, banyak ditemukan anak kobra di sekeliling rumah. Awalnya induk kobra menaruh telur di permukiman sekitar Agustus hingga September setelah musim kawin.
Teguh sapaan akrabnya menjelaskan, ular cenderung menghindari bau menyengat seperti obat nyamuk elektrik, memasang semprotan pengharum ruangan, dan memberikan kapur barus di setiap pojok ruangan. Selain itu, untuk mencegah ular masuk rumah juga harus menjaga kebersihan.
“Yang perlu menjadi catatan, ular tidak takut dengan belerang tabur, garam, sabut kelapa, dan tali ijuk. Namun ular hanya menghindari bau-bau yang menyengat,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.
Dia mengatakan, kini hingga akhir Oktober lalu sebanyak 113 ular yang berhasil ditangani damkar. Karena itu, harus menjaga kebersihan rumah agar seperti sesering mungkin mengepel lantai. Dia juga menambahkan agar membuang barang-barang bekas yang sudah tidak digunakan.
“Apabila ada ular masuk rumah agar warga segera menghubungi Damkar Bojonegoro dengan nomor (0353)113. Dan playanan gratis tidak dipungut biaya, dan petugas siap melayani hingga 24 jam,” katanya. (jk)





