SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro - Selama tahun 2020, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur telah menangani 377 ular dan sarang tawon ndas. Hewan liar tersebut rata-rata berada di permukiman.
Kepala Bidang (Kabid) Penyelamatan Dinas Damkar Bojonegoro Teguh Haris mengatakan, pada 2020 penanganan ular dan sarang tawon ndas mengalami peningkatan. Yakni jika dibandingkan dengan 2019 lalu ada 15 kejadian penanganan ular dan 47 kejadian untuk sarang tawon ndas.
“Sedangkan, pada 2020 meningkat yakni 155 ular dan 222 sarang tawon ndas yang dievakuasi damkar,” katanya, Kamis (7/1/2021).
Dia mengatakan, ada satu korban karena gigitan ular berbisa pada 2020 hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Itu terjadi karena korban melakukan evakuasi ular cobra tanpa menggunakan pelindung diri.
Teguh menjelaskan, rata-rata ular jenis cobra yang dievakuasi sepanjang tahun 2020. Ular-ular tersebut berpindah habitat seperti masuk rumah. Karena selain untuk menetaskan telur juga mencari makanan. Karena dalam pemukiman warga banyak mangsa seperti kadal, kodok, dan tikus hingga burung.
“Ular .encari tempat lembab untuk bertelur dan mencari makanan, biasanya rumah yabg kotor banyak timbunan sampah,” ungkapnya.
Dia menambahkan, hampir semua wilayah yang sering menghubungi damkar untuk melakukan evakuasi hewan liar tersebut. Namun, ada empat wilayah yang paling sering menghubungi yakni Kecamatan Bojonegoro, Dander, Balen, dan Baureno.(jk)





