SuaraBanyuurip.com -Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pemuda peduli lingkungan yang tergabung Forum Gandong melakukan aksi penyelamatan Sungai Bengawan Solo, Jumat (17/9/2021). Aksi itu, dilakukan karena Bengawan Solo tercemar yang mengakibatkan air sungai menjadi hitam.
Koordinator Forum Gandong M.S. Huda mengatakan, aksi ini dilakukan di bantaran Bengawan Solo tepatnya di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dengan membentangkan poster tuntutan. Sebab, air Bengawan Solo sudah tercemar semenjak seminggu lalu.
“Pencemaran ini menyebabkan air menghitam, bau menyengat, dan membuat ikan mati mengambang,” jelasnya.
Dia menegaskan, mengetahui kondisi pencemaran Bengawan Solo ini, Forum Gandong merespon dengan melakukan aksi dan menuntut pemerintah memberikan kompensasi masyarakat terdampak. Sebab, pencemaran sungai ini bukan kali pertama akan tetapi sering terjadi setiap tahunnya.
Karena itu, Forum Gandong menuntut pemerintah pusat harus melaksanakan UU PPLH, terutama Bab V Bagian Ketiga Pasal 53 tentang Penanggulangan dan Bagian Keempat Pasal 54 dan 55 tentang Pemulihan, kedua pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk membuat tim penanggulangan dampak pencemaran sungai dan penyelamatan ekoregion lanskap DAS Bengawan Solo.
“Dan tuntutan kami yang ketiga pemerintah kota atau kabupaten sepanjang Sungai Bengawan Solo untuk memperhatikan masyarakat terdampak pencemaran,” katanya.
Di antaranya seperti pencegahan konsumsi air dan pemberian air pengganti serta riset dan sosialisasi keamanan hayati yang dikonsumsi masyarakat. Sebab, kata di, air Bengawan Solo ini menjadi kebutuhan hidup masyarakat terutama di bantaran sungai.
Dia menambahkan, aksi atau pernyataan sikap Forum Gandong ini merupakan bentuk kepedulian lingkungan. Karena itu, pemuda dari berbagai unsur yang peduli terhadap lingkungan mlai dari pegiat sosial, Karang Taruna, mahasiswa hingga masyarakat Seputaran Kali Gandong melakukan aksi untuk menyelamatkan lingkungan.
“Dan menjadi respon para pemuda untuk menjaga kelestarian lingkungan dari pencemaran sungai,” tambahnya.(jk)





