SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Jalan poros umum kecamatan (PUK) yang menghubungkan Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu – Gayam – Bandungrejo, Kecamatan Ngasem tahun 2022 ini akan dibangun rigid beton.
Paket proyek rekonstruksi jalan Sumengko – Bandungrejo dengan nilai Rp24.444.722.053 yang bersumber dari APBD Bojonegoro tahun 2022 itu akan dikerjakan oleh perusahaan asal Yogyakarta, PT Diwongso Agung Konstruksi.
Berdasarkan data di layanan pengadaan secara elektronik atau LPSE Bojonegoro, nilai pagu rekonstruksi Jalan Sumengko – Bandungrejo sebesar Rp26.250.000.000. Sementara harga perkiraan sendiri (HPS) Rp26.249.959.850,28, harga penawaran Rp 25.444.727.053,81, dan harga terkoreksi Rp25.444.727.053,81.
Lelang paket proyek rekonstruksi jalan Sumengko – Bandungrejo dimenangi oleh PT Diwongso Agung Konstruksi beralamat Dusun Bakungan RT 001 RW 056 Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Rekonstruksi jalan Sumengko – Bandungrejo yang akan dirigid beton sepanjang kurang lebih 5,6 kilo meter (Km), dengan lebar 5 meter. Lama pekerjaan 190 hari atau tiga bulan.
Jalan ini merupakan jalan menuju proyek unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB), dan berada di kawasan ring satu Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu. Saat ini kondisi jalan tersebut sudah beraspal dan sebagain rigid beton.
Camat Gayam, Aunur Rofiq membenarkan jika jalan PUK Sumengko – Gayam akan dibangun rigid beton tahun ini. Pembangunan jalan ini merupakan program prioritas Pemkab Bojonegoro.

“Ibu Bupati sekarang ini sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur jalan agar semua jalan nglenyer,” ujar Aunur usai membuka pelatihan tim pelaksana (Timlak) Patra Daya EMCL di wisata Puthuk Kreweng Desa Mojodelik, Jumat (24/6/2022).
Pria yang sebelumnya menjabat Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bojonegoro itu meminta kepada masyarakat untuk bersabar saat konstruksi pembangunan jalan rigid beton mulai. Sebab ketika pengecoran dimulai arus lalu lintas akan kurang lancar karena diberlakukan sistem buka tutup.
“Kami minta masyarakat pengguna jalan untuk sementara bersabar. Perbaikan ini kan sifatnya sementara, setelah itu masyarakat bisa menikmati jalan nglenyer,” pesan Aunur.
Dia berharap semakin baiknya infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Gayam ini akan lebih memperlancar aktivitas ekonomi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Apalagi di sini memiliki potensi pertanian dan wisata. Sehingga bisa memangkas biaya operasional dan memudahkan petani mengangkut hasil pertaniannya, serta menarik pengunjung wisata,” pungkas pria yang lama berdinas di Dinas Pendidikan Bojonegoro.(suko)





