Petani Hutan Kini Menerima Program Tanam Tebu Perhutani Bojonegoro

IMG_20220624_232705

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Guna mendukung program ketahanan pangan, khususnya gula, melalui optimalisasi kawasan hutan dengan komoditas tebu sudah umum ditanam pada dataran rendah disekitar hutan. Seperti yang ada di kawasan hutan di Desa Pandantoyo, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, merupakan bagian desa hutan wilayah Perhutani KPH Bojonegoro yang rencananya akan dikembangkan program Agroforestry Tebu Mandiri (ATM).

Program ATM ini sebelumnya sempat mendapat penolakan dari para petani penggarap lahan hutan di petak wilayah BKPH Temayang. Namun, setelah mendapat penjelasan pihak Perhutani setempat, kini para petani hutan bisa menerima karena memahami nilai manfaat yang bakal mereka terima.

“Sebelum ada penjelasan dari Perhutani, awalnya memang kita menolak, karena kami takut kehilangan mata pencaharian,” kata Lasimin (53), salah satu anggota LMDH Ngudiharjo yang juga penggarap hutan asal Pandantoyo.

Lasimin mengaku, pernah menjadi motor penggerak LMDH bersama sebuah LSM karena iming-iming lahan perhutani yang dikelolanya akan mendapatkan sertifikat hak milik. Setelah faham, ia mengaku berbalik arah dan tak meneruskan kegiatannya dan sepakat akan mengikuti program Tebu Perhutani ini.

Baca Juga :   Petani Jagung Pinggiran Hutan Terancam Gagal Panen

Senada disampaikan Sujud (45 tahun), jika dirinya mengetahui lahan yang dikelolanya adalah milik negara, sehingga jika pemerintah ada program tentu tidak bisa menolak.

“Yang penting kita bisa terus bekerja, tanah yang biasa kita kerjakan jika diganti Tebu kita mendapatkan ganti lahannya,” ujar petani hutan terdampak program ATM ini.

Sementara itu, Kepala Departemen Sumber Daya Hutan (Kadep SDH) Provinsi Jawa Timur, Imam Basuki menyampaikan, bahwa program ini merupakan upaya pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan, khususnya gula, melalui optimalisasi kawasan hutan.

“LMDH yang selama ini sudah mengelola lahan hutan akan ganti dengan lahan yang lain sehingga mata pencaharian mereka tetap bisa berjalan,” terang Imam Basuki dalam pertemuan stakeholder antara Perhutani, Polsek Temayang dan Kades Pandantoyo.

Dijelaskan, bahwa program ini akan membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat desa hutan, jika mereka masih bisa bekerja di areal yang akan ditanami Tebu. Begitupun lahan garapan petani hutan yang terdampak akan dialihkan dan diganti sesuai luasan petak yang biasa dikerjakan.

Baca Juga :   Diserang Penyakit Aneh, Petani Pinggiran Hutan Terancam Gagal Panen

“Ada juga bantuan sosial bagi kelompok petani terdampak sebesar Rp 1 juta yang dirupakan usaha lainnya, misalnya ternak kambing dan sebagainya yang diharapkan bisa terus berkembang,” lanjut  Kadep SDH ini.

Tak hanya itu, program Agroforestry dengan komoditas Tebu ini dipanen, kelompok tani hutan masih akan mendapatkan sharing profit hingga sebesar 10 persen dari laba bersih hasil panen.

Seperti diketahui, beberapa hari lalu sempat terjadi penolakan program ATM karena mereka yang melakukan aksi belum sepenuhnya memahami program pemerintah ini. Pihaknya berharap semua bisa saling bergandengan tangan untuk bersama-sama mendukung program pemerintah.

“Sehingga bisa meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat setempat bahkan negara,” pungkasnya. (fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *