SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko
Bojonegoro – Operator lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB), PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina menggelar program peningkatan nilai hasil hutan melalui pembangunan sarana prasarana pengolahan minyak atsiri. Hal ini dilakukan guna berkontribusi dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Bantuan ini diberikan PEPC JTB kepada masyarakat di sekitar area proyek gas JTB melalui unit usaha Lembaga Masyarakat Desa Hutan(LMDH). Kegiatan ini dibuka dengan sosialisasi dan rembug desa sekaligus pelatihan bagi anggota bertempat di Balai Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Kamis hingga Jumat (11-12/08/2022).
Mewakili Management PEPC JTB Community Relations & CSR Officer PEPC JTB, Edi Arto, menyampaikan kepada para peserta rembug desa dan pelatihan program pelita harapan misri, salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mewujudkan asas pemerataan dan keadilan dalam implementasi program pengembangan kemasyarakatan dari PEPC JTB. Dimana hal tersebut sesuai dengan prioritas kebijakan daerah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
“Program ini selain akan memberikan manfaat bagi masyarakat juga untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan pemerintah daerah. Sehingga komunikasi kami berjalan dengan baik,†terangnya dalam surat elektronik yang diterima SuaraBanyuurio.com, Sabtu (13/08/2022).
Sementara Camat Ngasem, Iwan Sopian menyampaikan, mendukung adanya fasilitas yang diberikan PEPC kepada warganya untuk berkarya melalui program ini. Diharapkan warga yang tergabung dalam LMDH ini nantinya dapat semakin berkembang.
“Sehingga pendapatan ekonomi masyarakat dapat meningkat,” ucapnya.
Senada dengan Iwan, Kepala Desa (Kades) Dukohkidul, Sulibianto, menyampaikan rasa terima kasih kepada PEPC dengan digelarnya program ini di tempatnya.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan fasilitas pengolahan minyak kayu putih ini dari PEPC. Mewakili warga desa Dukohkidul kami akan berusaha supaya program ini dapat berjalan sukses dan bisa memberikan manfaat bagi warga dan masyarakat kami secara berkesinambungan,†ungkapnya.
Hadir memberikan materi pelatihan antara lain, Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Clangap Lugianto dan Joko Hadi Purnomo Ketua Lembaga IDFoS.(sam)





