SKK Migas dan PEPC Gelar Kuliah Umum di Bojonegoro

SKK Migas dan PEPC gelar kuliah umum di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Suarabanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) gelar kuliah umum di Bojonegoro, Selasa 13 Desember 2022. Kegiatan kuliah umum tersebut diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Spesialis Pratama Dukungan Bisnis SKK Migas Perwakilan Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Wahyu Dono Nur Amboro menyampaikan, ketahanan energi menjadi faktor penting bagi kelangsungan sebuah negara. Untuk itu diperlukan kesadaran dan dukungan seluruh komponen bangsa agar pemenuhan energi di negeri ini tercapai.

Berbagai aspek yang ada pada industri hulu migas. Menurutnya, industri hulu migas yang berperan memenuhi kebutuhan energi di Indonesia harus mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder. Mulai tingkat pusat hingga daerah. Karena kegiatan hulu migas dijalankan untuk kelangsungan ketersediaan energi bagi negara.

“Kita melakukan sosialisasi kepada mahasiswa melalui kuliah umum ini, supaya publik semakin dapat pemahaman yang benar terkait kegiatan hulu migas,” katanya.

Baca Juga :   Optimalisasi Gas di Era Transisi untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

Dalam kesempatan yang sama, General Manager Gas Project JTB, Ruby Mulyawan, memberikan wawasan tentang Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang saat ini telah mulai memproduksi gas untuk memenuhi kebutuhan energi di kawasan Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng).

Dijelaskan, bahwa JTB sejak bulan September 2022 lalu telah mengalirkan gas perdananya ke sales metering.

“September lalu JTB berhasil melakukan Gas On Stream, suatu milestone yang penting tidak hanya bagi Pertamina, tapi juga dalam industri hulu migas Indonesia. Diharapkan nantinya JTB akan dapat memproduksi sekitar 192 MMSCFD setiap harinya,” ujarnya.

Ruby berpesan, para mahasiswa yang hadir untuk terus bersemangat dalam menimba ilmu selama masa belajarnya.

“Selama masih dibangku kuliah, timba ilmu sebanyak-banyaknya, bergaul seluas-luasnya, belajar dari dosen dan senior yang berprestasi. Jadikan mereka rujukan dan panduan,” imbuhnya.

Diharapkan, dengan mulai berproduksinya Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru akan semakin memberikan manfaat baik bagi Bojonegoro maupun Indonesia secara umum.

Sementara itu, salah satu peserta dari kampus ISTeK ICsada Bojonegoro, Arinda Dwi Febrianti menyambut antusias kegiatan ini. Menurut Arinda, kegiatan ini merupakan kesempatan pertama kali baginya dapat mengikuti kegiatan Kuliah Umum tentang industri hulu migas.

Baca Juga :   Indonesia Miliki 128 Cekungan Migas

“Sangat bagus sekali materi dalam kuliah umum ini. Kita jadi tahu tentang industri migas di Indonesia. Jadi tahu tentang SKK Migas dan PEPC. Semoga industri hulu migas semakin berkembang sehingga akan semakin banyak memberikan manfaat,” ungkapnya.

Kegiatan Kuliah Umum SKK Migas dan PT Pertamina EP Cepu Zona 12 (JTB) ini mengangkat tema Kontribusi Industri Hulu Migas Bagi Ketahanan Energi Nasional.

Hadiri dalam kegiatan lebih dari 200 mahasiswa serta akademisi dari 7 Perguruan Tinggi yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Hadir sebagai nara sumber lainya JTB Site Office & PGA Manager PEPC Edy Purnomo dan perwakilan fungsi Human Capital PEPC JTB.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *