Proyek Pembangunan Alun-alun Jipang Lewati Masa Kontrak, Dikhawatirkan Mangkrak

BELUM SELESAI : Pekerjaan pembangunan Alun-alun Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, telah melewati batas waktu pekerjaan.

Suarabanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Proses pengerjaan perbaikan alun-alun Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, hingga saat ini terus berjalan. Padahal, batas waktu kontrak telah lewat, yakni 18 Desember 2022.

Kondisi ini memancing kekhawatiran banyak pihak, proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu. Sebab, pada hari ini, Senin (19/12/2022), para pekerja tampak masih sibuk bekerja di lokasi. Masih banyak bagian yang belum dikerjakan.

Padahal, sesuai papan informasi di lokasi, paket pekerjaan itu berada di bawah pengawasan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora. Yakni dengan sumber anggaran dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 2,715 miliar. Untuk kegiatan pembangunan kawasan Jipang, berada persis di seberang Cagar Budaya Situs Makam Gedong Ageng Jipang.

Proyek ini dikerjakan oleh CV Ganda Arta Pendana, dengan konsultan pengawas, Mbolo Konsultan. Adapun waktu pengerjaan, selama 90 hari kalender. Yakni dimulai tanggal 20 September 2022 berakhir tanggal 18 Desember 2022.

“Dikhawatirkan nanti mangkrak,” ujar anggota DPRD Blora, Darwanto.

Baca Juga :   Hujan Turun Kekeringan Berkurang

Dia menegaskan seharusnya, proyek pembangunan itu selesai sebelum akhir tahun 2022. Namun dengan kondisi sekarang, dia meragukan jika pekerjaan itu bisa diselesaikan.

“Batasan maksimal kan di 30 Desember. Itu sudah paling maksimal. Kalau mau dilanjutkan Banprov tahun 2023, itu enggak mungkin. Mengingat anggaran 2023 sudah digedok,” jelas Darwanto.

Kondisi Alun-alun Jipang masih tampak semerawut karena pekerjaan belum selesai.
© 2022 suarabanyuurip.com/Ahmad Sampurno

Dari pantauan di lokasi, tampak puluhan pekerja masih memasang batu bata untuk menjadi dinding hiasan taman. Tampak pula tumpukan paving yang akan digunakan untuk menjadi lantai masih belum terpasang.

Dari nformasi yang diperoleh, di bagian tengah kawasan itu akan dibangun sebuah kolam dilengkapi air mancur di tengahnya. Saat ini masih berlangsung pembangunan kolam tersebut. Namun belum bisa dipastikan, pembangunan kawasan secara keseluruhan itu dapat selesai kapan.

“Kalau proyek itu enggak selesai, pembangunan itu jadi mangkrak. Iya kan? Dilanjutkan dengan APBD 2023 juga tidak bisa, ngitungnya bagaimana? Kan enggak boleh?,” ungkap Darwanto.

Baca Juga :   Diserang Bulai, Petani Jagung Terancam Gagal Panen

Dikonfirmasi Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) proyek, Isti Nuratri mengatakan, pihaknya akan memberikan kesempatan kepada pihak kontraktor pelaksana untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan ketentuan.

Namun pihaknya tidak menjelaskan secara detail mengenai batas akhir perpanjangan proyek pembangunan tersebut.

“Sampai akhir Desember. Mohon doanya,” jelasnya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Pihaknya juga tidak menjelaskan mengenai konsekuensi yang harus ditanggung oleh kontraktor pelaksana saat mendapatkan perpanjangan waktu tersebut.

“Ada konsekuensinya dan sesuai ketentuan berlaku,” ujar Isti singkat.

Sementara itu, Kepala Desa Jipang, Ngadi, menyampaikan terkait perkembangan proyek pembangunan alun-alun di desanya.

“Saat prosesnya sekitar 70 persen,” ucapnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *