Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melaunching atau meluncurkan Program Desa Berdaya Jawa Timur, Rabu (21/12/2022). Acara ini mengusung tema “Bersama Desa Gayam, Mari Kita Lestarikan Budaya Nusantara,”.
Kegiatan yang digelar di Embung Desa Gayam X Glonggong (Kali Glonggong) ini dihadiri oleh Camat dan Forkopimca Gayam, Kepala Desa (Kades) Gayam beserta jajaran, Tenaga Pendamping Profesional Jawa Timur, Perwakilan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Pengurus BUMDesa Gayam, Perwakilan Lima 2B, dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Camat Gayam, Aunur Rofiq mengatakan, bahwa dari 419 desa di Bojonegoro hanya beberapa desa saja yang mendapat program desa berdaya. Gayam salah satunya.
Desa Berdaya adalah desa mandiri yang terpilih karena mempunyai orientasi dan mampu berinovasi menggerakkan perekonomian desa secara kreatif dan berkelanjutan.
“Harapan kami kedepan, ikon wisata yang dikembangkan oleh Desa Gayam mudah-mudahan bisa lebih baik lagi,” katanya.

Warga Desa Gayam, Nasir dan Murtini, didampingi pihak terkait tanam bibit pohon di area wisata Embung Kali Glonggong. ©2022 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari
Sementara, Perwakilan EMCL, Rifqi Romadhon menyampaikan, keberadaan Embung Kali Glonggong Desa Gayam, jika ditarik ke belakang pada 2020 merupakan bagian dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM) operator Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu.
“Kami gembira, karena Embung yang dibangun di Gayam ini yang awalnya untuk mengairi sawah, mampu berdampak ke arah yang lain. Yakni pariwisata,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya bersama mitra pendamping program dari Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (Lima 2B) juga turut menjaga konservasi air embung. Dengan cara penanaman bibit pohon di sekitar Embung.
“Untuk tahun 2022, kami berikan 800 pohon untuk Desa Gayam, yang sebagiannya telah ditanam di Embung Kali Glonggong ini,” ucap Rifqi.
Sementara Kades Gayam, Winto menuturkan, saat menjabat Kades tahun 2014 masih berstatus desa berkembang. Dalam waktu terbilang cukup cepat, Desa Gayam mampu naik tahap demi tahap hingga menjadi desa berstatus mandiri.
Sampai kemudian, lanjut Kades dua periode ini, dari status desa mandiri Desa Gayam terpilih sebagai Desa Berdaya. Program ini merupakan inovasi dari Gubernur Jawa Timur. Dari situ, Desa Gayam mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupa Bantuan Keuangan senilai Rp100 juta untuk mengembangkan ikon Desa Berdaya.
“Tentu kami berkeinginan, dari sejumlah ikon di Gayam, dapat menimbulkan multiplier effect yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” harap Kades ring satu ladang Migas Banyu Urip, Blok Cepu.
Peluncuran Desa Gayam sebagai Desa Berdaya Jawa Timur, ditandai secara simbolis dengan penanaman bibit pohon oleh pasangan lanjut usia setempat, Nasir dan Murtini.
Serta dilanjutkan dengan pemotongan pita tanda pembukaan ikon wisata Embung X Glonggong secara resmi oleh Camat dan Forkopimca Gayam.(fin)




