Pembangunan Smelter Freeport Indonesia di Gresik Lebih Cepat dari Target

FOTO ILUSTRASI : Wapres Ma'aruf Amin saat mendapat penjelasan perkembangan pembangunan Smeltee Freeport Indonesia di Gresik.(Dok. Humas Setwapres)

Suarabanyuurip.com – d suko nugroho

Gresik – Progres pembangunan pabrik pemurnian (Smelter) Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial And Ports Estate, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, hingga pekan ke empat Februari 2023, telah mencapai 54 persen. Progres ini lebih cepat dari yang ditargetkan yakni 52,9 persen.

Pembangunan konstruksi fisik fasilitas pemurnian dan pengolahan konsentrat tembaga itu ditargetkan akan rampung pada akhir 2023 dan mulai berproduksi pada Februari 2024. Produksi 100 persen ditargetkan akan tercapai pada Desember 2024.

Smelter ini merupakan smelter single line terbesar di dunia dan kapasitasnya pengolahannya hingga 1.7 juta ton. Jika sudah beroperasi nanti maka seluruh konsentrate produksi PTFI sudah dapat diolah dimurnikan di dalam negeri.

Saat ini konsentrate hasil produksi PT Freeport Indonesia 60% diekspor dan sisanya 40% diolah didalam negeri di PT Smelting di Gresik Jawa Timur menjadi katoda tembaga. Namun lumpur anodanya yang mengandung emas dan perak itu masih diekspor oleh PT Smelting. Setelah nantinya smelter ini beroperasi pemurnian lumpur anoda 100% akan diolah dan dimurnikan didalam negeri

“Dengan kita melihat tadi, kita diyakinkan oleh Pak Toni (Dirut PT Freeport Indonesia) bahwa pengerjaan smelter ini akan bisa dilakukan tepat waktu meskipun sempat ada penundaan akibat Covid-19, tetapi secara umum ini akan selesai di tahun 2024. Dengan ini kita memiliki kebanggaan bahwa Bangsa Indonesia berhasil melakukan hilirisasi sumber daya alamnya dan menciptakan nilai tambah yang besar,” ujar Wakil Ketua Komisi VI Sarmuji saat melakukan kunjungan kerja di Gresik, Jawa Timur, Jumat (24/2/2023) lalu.

Sarmuji mengatakan keberadaan smelter tersebut nantinya akan menimbulkan multiplier effect yang besar terhadap industri manufaktur. Salah satunya industri baterai motor dan mobil listrik. Smelter tersebut diharapkan dapat menarik investor-investor baru di industri manufaktur sehingga akan dapat mendorong perekonomian khususnya di Jawa Timur.

Baca Juga :   Proyek Smelter PT AMNT Ditarget Rampung Pertengahan 2024

“Keberadaan Freeport ini akan menunjang industri baterai termasuk untuk mobil-mobil listrik agar lebih cepat direalisasikan oleh pemerintah, dan saat ini pembahasan tentang itu sudah intens dilakukan termasuk bagaimana melakukan subsidi pada motor dan mobil listrik dan sebagainya. Ini penciptannya, daya ungkitnya akan sangat besar. Freeport akan bisa menjadi daya ungkit bagi perekonomian Indonesia, khususnya pada ekosistem baterai,” jelas Sarmuji.

Di tempat yanf sama, Anggota Komisi VI, Khilmi mengatakan pihaknya optimis pengerjaan Manyar Smelter Freeport di Gresik akan rampung sesuai dengan target konstruksi fisik pada akhir 2023 dan mulai berproduksi pada awal tahun 2024 mendatang. Sebab menurutnya hingga awal 2023 saja, pengerjaan proyek tersebut sudah mencapai 54 persen. Angka tersebut, lebih cepat dr target sebelumnya yakni 52,9 persen.

“Kami sangat bangga dengan proyek smelter yang ada di Gresik, itu termasuk Dapil saya, dengan percepatan yang sangat cepat dari target yang ditargetkan oleh pemerintah hampir 53 persen sudah selesai tinggal 47 persen lagi finishing dan InsyaAllah harapan kami di bulan Mei 2024 pabrik smelter yang ada di Gresik ini sudah bisa diproduksi,” ujarnya.

Khilmi juga mengapresiasi PT Freeport Indonesia yang telah menyerap tenaga kerja lokal baik dari Gresik maupun Jawa Timur, sehingga hal tersebut dapet membantu menunjang perekonomian daerah sekitar.

“Dari paparan Dirut Freeport kan 50 persen tenaga kerja akan diambil dari daerah sekitar dan ditambah 20 persen untuk daerah Gresik, 30 persen dari Jawa Tmur dan khususnya di Jawa Timur ditambah dari daerah-daerah yang lain,” jelasnya.

Khilmi berharap keberadaan smelter PT Freeport Indonesia tersebut kedepannya dapat menciptakan hilirisasi produk-produk turunan tembaga.

“Harapan kami ke depan dari paparan tadi kan kalau dijabarkan kan keuntungan hanya 5 persen dari smelternya, nanti harapan saya hilirisasi dari produk-produk dari industri turunannya bisa berjalan dengan bagus supaya itu lah peningkatan dari deviden yang diharapkan dari Freeport nanti,” harapnya.

Baca Juga :   Produksi Terserap 50 Persen, Industri Semen Indonesia Harus Tembus Pasar Global

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan keberadaan smelter tersebut nantinya diharapkan akan dapat menunjang ekosistem kendaraan listrik yang ada di Indonesia.

“Keberadaan Smelter PTFI ini akan sangat menunjang ekosistem kendaraan listrik, karena tembaga adalah salah satu material utama dalam ekosistem kendaraan listrik,” ujarnya.

Tony menjelaskan, penyelesaian konstruksi Smelter dapat tercapai di akhir Desember 2023, Commercial Operation Date (COD) akhir Desember 2024, dan mulai berproduksi di bulan Mei 2024.

Selain memproses konsentrate menjadi katoda tembaga, Presiden Direktur PTFI Toni Wenas menambahkan, di smelter ini nanti akan dihasilkan pula perak dan emas batangan karena ada fasilitas precious metal refinery (PMR) serta nikel, almunium, lithum dan cobalt yang merupakan bagian dari ecosystem kendaraan listrik.

“Di smelter ini akan dihasilkan tembaga itu salah satu bahan utama untuk ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle ecosistem) disamping tentunya ada nikel, alumunium juga ada cobalt dan lithium. Jadi ini semua adalah unsur-unsur yang sangat penting untuk industri hilirisasi dan saya sudah yakin karena Presiden beberapa kali megatakan, ekosistem kendaraan listrik ini yang akan dibentuk di Indonesia,” ungkap Toni.

Toni berharap setelah smelter kedua PTFI berproduksi dapat menjadi stimulus bagi tumbuhnya industri hilir lainnya, khususnya berkaitan dengan ekosistem kendaraan listrik.

“Kami harapkan dengan selesianya proyek pembangunan smelter ini bisa tumbuh industri-industri yang lebih hilir lagi, terutama kaitannya dengan membangun ekosistem kendaraan listrik,” kata Toni.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *