KPA Makmur Sejahtera Bersama Targetkan Pendapatan 2023 Capai 250 Juta

Ketua Panita, Sunjani memberikan sambutan pembukaan RAT KPA Makmur Sejahtera Bersama tutup buku tahun 2022.

Suarabanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Koperasi Produsen Agrobisnis (KPA) Makmur Sejahtera Bersama Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar rapat anggota tahunan (RAT) tutup buku tahun 2022, Kamis (16/3/2023). Dalam RAT ini, koperasi binaan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, itu menargatken peningkatan pendapatan dari Rp 60 juta menjadi Rp250 juta pada 2023, dan asetnya dari Rp2,8 miliar meningkat menjadi Rp3,1 miliar.

Ketua Panitia RAT, Sunjani menyampaikan, RAT tutup buku tahun 2022 ini merupakan kewajiban setiap koperasi karena merupakan wujud dari pertanggung jawaban pengurus dan pengawas kepada anggota atas kinerjanya.

“Selain itu juga sebagai evaluasi dan menentukan program kerja kedepannya.” Ujarnya saat membuka RAT di halaman Kanor KPA Makmur Sejahtera Bersama di RT006, RW002 Dusun Bendo, Desa Katur.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan pada RAT, aset tahun 2022 mengalami penurunan 4,8% dibanding 2021 atau dari Rp2,9 miliar menurun menjadi Rp2,8 miliar. Namun, dukungan dari luar, yakni dana program menjadikan pertumbuhan positif seperti dana penyertaan.

Sementara produktivitas usaha secara jumlah mengalami kenaikan 40% dari Rp10 juta pada Desember 2021, naik menjadi Rp54 juta pada akhir Desember 2022. Sehingga mempengaruhi pendapatan dikarenakan hubungan dengan usaha koperasi terutama mengenai pendapatan berbagai sektor di KPA disebabkan modal usaha yang didukung oleh dana penyertaan dari program pada waktu itu masih ada pendampingan dari Bina Sejahtera Konsultan.

“Untuk mengejar target peningkatan pendapatan dan aset tahun 2023 ini, kita telah menyiapkan sejumlah program kerja,” tegas Sunjani yang juga sebagai Manager KPA Makmur Sejahtera Bersama.

Baca Juga :   45.300 Kartu Tani untuk Pembelian Pupuk Bersubsidi Belum Tercetak

Dijelaskan, program kerja 2023 diantaranya adalah meningkatkan kesadaran anggota membayar simpanan wajib sebesar 10%, mencari bisnis kontinyu, mengoptimalkan pembelian gabah baik di petani yang tergabung dalam 16 kelompok swadaya masyarakat (KSM) maupun di luar, menambah aset dengan pembelian combine baru, dan mengefektifkan penanganan investasi yang macet.

“Untuk tahun 2023 ini kita menargatken peningkatan pendapatan dari Rp 60 juta menjadi Rp250 juta pada 2023, dan aset dari Rp2,8 miliar meningkat menjadi Rp3,1 miliar,” tegas Sunjani.

Sejumlah usaha yang dijalankan KPA Makmur Sejahtera Bersama diantaranya pertanian, peternakan, olahan pertanian, makanan ringan, investasi pengairan. Selain itu juga melakukan kerja sama dengan 16 KSM, Tatik Bakrey, ayam potong, CV Goro, Koperasi Kareb, serta memasok kebutuhan beras di Hotel Roemah YWI di Malang, Jatim, dan kebutuhan pangan pekerja migas Blok Cepu. Juga kerja sama yang masih dalam penjajakan adalah mensuplai beras untuk kebutuhan makan pekerja di Freeport.

Muspika dan Ketua AKD Kecamatan Gayam, Sukono saat menghadiri RAT KPA Makmur Sejahtera Bersama tutup buku tahun 2022.
© 2023 suarabanyuurip.com/d suko nugroho

Camat Gayam, Aunur Rofiq mengapresiasi keberadaan KPA Makmur Sejahtera Bersama. Ia berharap koperasi ini dapat terus eksis dan berkembang, sehingga bisa menjadi solusi bagi masalah pertanian dan peternakan khususnya di wilayah Kecamatan Gayam.

“Tadi sekilas saya membaca laporan pembukuan, asetnya sudah mencapai lebih dari 2 miliar lebih. Kami harapkan bisa dikembangkan dengan menambah usaha dan anggota yang lebih banyak lagi,” pesannya.

Senada disampaikan Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Gayam, Sukono. Menurut dia, keberadaan KPA Makmur Sejahtera Bersama dapat membuka lapangan pekerjaan bagi khususnya bagi warga Desa Katur.

Baca Juga :   STIKes Icsada Gelar Seminar Kesehatan Masyarakat Sekitar Lapangan Banyu Urip

“Perlu diperbanyak unit-unit usaha yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar pria yang menjabat Kepala Desa Katur ini.

Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Koperasi Bidang Kelembagaan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Bojonegoro, Wisnu Wirayudha menegaskan, RAT yang dilaksanakan KPA Makmur Sejahtera Bersama ini membuktikan jika koperasi ini sehat. Sebab sesuai aturan, RAT wajib dilaksanakan sebelum enam bulan pada tahun berikutnya.

Community Relations Supervisor EMCL, Beta Wicaksono menyampaiakn, EMCL telah banyak menggulirkan program pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi untuk membantu mempercepat peningkatan perekonomian di wilayah operasinya. Seperti program pemberdayaan masyarakat yang diberikan KPA Makmur Sejahtera Bersama. Mulai pendampingan, peningkatan SDM, permodalan, peralatan, hingga pemasaran agar mereka mandiri.

Menurut Beta, bantuan akses pasar yang diberikan kepada KPA Makmur Sejahtera Bersama adalah kerja sama memasok beras organik untuk kebutuhan pangan para pekerja di Lapangan Banyu Urip dengan PT Baashitu Boga Services (BBS), Vendor EMCL, yang dimulai pada Juli 2022 lalu sampai sekarang.

“Kerja sama KPA dengan Baashitu sebagai vendor katering adalah upaya EMCL untuk menciptakan nilai bersama atau ‘creating shared value’ dari program pengembangan ekonomi yang kami laksanakan,” tegas Beta.

Kendati sebagai binaan, lanjut Beta, tidak lantas KPA Makmur Sejahtera Bersama mendapat fasilitas langsung diterima pasokan produknya. Namun harus tetap melalui uji kualitas produknya agar KPA mampu profesional dalam menjalankan usaha mengikuti aturan bisnis.

“Harapan kami, kelompok-kelompok usaha binaan bisa menangkap peluang bisnis, sehingga mereka bisa mandiri dan berkembang,” pungkasnya.(suko)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *