Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro
Tuban – Proyek New Grass Root Refinery and Petrochemical (NGRR) atau Kilang Tuban di wilayah Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ditargetkan selesai pada tahun 2028. Saat ini PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) masih menyiapkan fase rekayasa dan pengadaan infrastruktur.
Direktur Utama PT Pertamina Kilang Internasional Taufik Aditiyawarman mengatakan, pembangunan mega proyek yang berada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur masih berjalan. Pembangunan Kilang Tuban yang bekerjasama dengan Rosneft, perusahaan Rusia masih mempersiapkan infrastruktur modern.
“Namun, ada tiga tantangan di proyek NGGR Tuban ini. Salah satunya terkait butuh investasi yang besar. Sebab, kilang Tuban ini mega proyek yang cukup besar di Indonesia,” katanya sebagaimana dikutip dari channel YouTube CNBC Indonesia.
Dia mengatakan, NGGR Tuban sendiri bukan hanya memiliki satu produk saja seperti bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga Petrochemical hingga pengelolaan bahan plastik. NGGR Tuban ini juga butuh dukungan dari pemerintah agar sesuai target yang diwacanakan di awal.
“Karena Kilang Tuban ini ditargetkan selesai pada 2028 mendatang. Sehingga perbaikan infrastruktur membutuhkan investasi yang besar,” katanya.
Untuk diketahui, Pertamina melalui Subholding Refinery & Petrochemical, PT KPI memiliki kepemilikan saham 55 persen dan Rosneft memiliki kepemilikan saham 45 persen.
Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji sebelumnya menjelaskan, proyek Kilang Tuban merupakan proyek yang sangat strategis karena pembangunan kilang minyak akan terintegrasi dengan petrokimia, dengan kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 300.000 barel minyak per hari dan produksi petrochemical mencapai 4.250 kilo ton per annum (ktpa).
Selain itu, Kilang Tuban juga akan memproduksi bahan bakar minyak (BBM) dengan kualitas Euro V (BBM ramah lingkungan) yaitu gasoline sebesar 80.000 barel per hari dan diesel sebesar 98.000 barel per hari. Nilai capex untuk proyek tersebut sebesar US$ 16 miliar.
“Proyek Kilang Tuban akan menyerap tenaga kerja sebanyak 20.000 orang pada saat konstruksi dan 2.500 pada saat mulai beroperasi,” ujarnya.
Dalam rangka mendukung terlaksananya Proyek Kilang Tuban, lanjut Tutuka, Pemerintah memberikan penugasan kepada PT Pertamina (Persero) melalui Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 807 Tahun 2016 tentang Penugasan kepada PT Pertamina (Persero) dalam Pembangunan dan Pengoperasian Kilang Minyak di Tuban. Selain itu Pemerintah juga telah memberikan alokasi gas domestik dan fasilitasi untuk memberi kemudahan perizinan yang dibutuhkan oleh PT Pertamina.
“Pembangunan kilang minyak baru atau NGRR dan peningkatan kapasitas kilang (RDMP) merupakan upaya Pemerintah meningkatkan ketahanan energi nasional,” pungkas pria yang pernah menjabat Kepala PPSDM Migas ini.(jk)



