Exco PSSI Eko Setiawan : Sepak Bola Bojonegoro Harus Maju

Exco PSSI, Eko Setiawan (kanan) saat foto bersama Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Anggota Executive Committee (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Eko Setiawan menyebut, sepak bola di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur harus maju. Ini karena olahraga sepak bola di Bumi Angling Darma sebutan lain Bojonegoro, dinilai memiliki sejarah panjang sejak 1949.

Pria asli kelahiran Bojonegoro ini menilai, macetnya kompetisi sepak bola usia dini di Kabupaten Bojonegoro yang tidak terselenggara selama dua tahun belakangan dikawatirkan akan berakibat terputusnya generasi generasi pesepak bola profesional asal kabupaten penghasil minyak dan gas bumi (migas). Misalnya Samsul Arif dan Novan Setya.

“Sepak bola di Bojonegoro ini harus maju. Oleh karena itu, penting adanya liga usia muda. Sebab, dapat memberi mereka jam terbang dan pengalaman menuju liga amatir dan liga profesional, serta Tim Nasional Indonesia,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (25/04/2023).

“Kalau usia dini itu menjadi tanggung jawab kita semua, sudah ada aturannya. Anggota PSSI Asprov dan Askot serta Askab berkewajiban untuk menyelenggarakan liga anak grassroot berjenjang untuk memberikan wadah pembinaan,” lanjut pemuda asal Dusun Sidokumpul, Desa Leran, Kecamatan Kalitidu ini.

Baca Juga :   Anak-anak SSB Bojonegoro Ikuti Coaching Clinic Bersama Persibo di Mini Stadium Gayam

Mas Eko, sapaan akrabnya mengaku kasihan pada anak-anak yang betul-betul ingin menjadi atlet atau pemain sepak bola profesional jika tidak terwadahi dalam kompetisi. Alasannya menurut dia, festifal atau kompetisi itu sangat penting untuk generasi pesepak bola Indonesia. Karena diharapkan dari kompetisi demi kompetisi berjenjang itu dapat muncul pemain pemain berbakat untuk tim nasional nantinya.

“Karena tidak akan bisa bagus timnas kita nanti jika dari pembinaan usia dini sudah tidak standar dan tidak bagus,” ungkapnya.

Dijelaskan, bahwa jika daerah terutama Bojonegoro minim fasilitas lapangan sepak bola sebagai penunjang pembinaan usia dini, maka pemerintah daerah bisa membangunan lapangan sepak bola yang standar di setiap kecamatan seperti yang sudah daerah lain lakukan. Ini dia katakan, mengingat saat ini sudah ada Inpres No 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional.

“Yang mana didalamnya salah satunya yaitu bupati atau walikota dapat melakukan pembangunan untuk fasilitas latihan anak anak usia dini dalam rangka program tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :   Lifter Tuban Sabet 4 Medali Angkat Besi

Disinggung perihal bagaimana caranya supaya Persibo bisa naik kasta dan kembali berjaya. Putra asli daerah penghasil tembakau dan kayu jati berkualitas ini menyarankan agar klub yang menjadi kebanggaan masyarakat Bojonegoro khususnya pecinta bola itu diurus secara serius dan mencari pemain-pemain yang bagus.

“Ya tinggal diurus yang serius cari pemain yang bagus bagus pasti bisa naik kasta kembali, Persibo adalah club bersejarah. Yakni salah satu club tua yang lahir tahun 1949,” ujarnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *