Menteri ESDM Minta PT FI Genjot Pembangunan Smelter

Menteri ESDM Arifin Tasrif, didampingi Presiden Direktur PT FI, Toni Wenas, saat mengunjungi proyek pembangunan smelter manyar PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur, Kamis (04/05/2023).(dok Kementerian ESDM)

Suarabanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Gresik – Dengan didampingi Presiden Direktur PT FI, Toni Wenas, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, mengunjungi proyek pembangunan smelter manyar PT Freeport Indonesia (PT FI) di Gresik, Jawa Timur, Kamis (04/05/2023).

Kunjungannya di proyek terbesar di dunia tersebut ingin memastikan progres proyek pembangunan smelter tembaga design single line dapat selesai sesuai target yang sudah ditetapkan. Sehingga dapat beroperasi pada Mei 2024 mendatang.

Hingga akhir Maret 2023, kumulatif kemajuan fisik smelter PT FI mencapai 61,5% (sesuai rencana) dengan percepatan progress 4% per bulan. Maka diharapkan progres proyek pembangunan smelter akan mencapai 92% pada akhir tahun ini.

“Progress terakhir Maret 61%, kemudian April diperkirakan 65-66%. Dalam proyek ini, PT FI harus berupaya keras bisa mendapatkan kecepatan 4% per bulan. Sehingga nanti dapat dilihat realisasinya akhir tahun sebesar 92%,” ujar Arifin dalam siaran persnya.

Menteri Arifin Tasrif meminta PT FI untuk menggenjot proses pembangunan smelter agar selesai sesuai target yang ditetapkan.

“Kita minta supaya bisa diselesaikan di bulan Mei 2024. Jadi dari PT Freeport Indonesia Pak Tony ini menjadi tantangan untuk melakukan adjustment supaya bisa accelerate proyek hingga 2024 memenuhi target yang ada,” katanya.

Baca Juga :   PT Freeport Indonesia Buka Lowongan Kerja

Smelter Manyar sendiri merupakan fasilitas pemurnian dan pengolahan konsentrat tembaga kedua milik PT FI yang tengah dibangun di Kawasan Java Integrated Industrial Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur. Dengan luas total kurang lebih 100 hektar dengan kapasitas pengolahan konsentrate sebesar 1,7 juta ton/tahun.

Pembanguan Smelter Manyar oleh PT FI ini merupakan wujud mendukung kebijakan hilirisasi Pemerintah. Smelter Manyar ini merupakan smelter kedua yang dimiliki PT FI setelah smelter pertama dibangun PT FI tahun 1996, dan dikelola oleh PT Smelting.

Dengan target yang dicapai saat ini diharapkan penyelesaian konstruksi fisik smelter dapat diselesaikan di akhir Juni 2024, dilanjutkan pre-commissioning dan commissioning hingga akhir bulan Desember 2024 dengan ramp-up operasi diharapkan mencapai operasi penuh pada akhir tahun 2024.

Tambahan 300.000 Ton

Bersamaan dengan kunjungan ke smelter Manyar, Menteri ESDM masih bersama Presiden Direktur PTFI Toni Wenas mengunjungi smelter pertama yang saat ini sedang dilakukan pembangunan ekspansi smelter konsentrat tembaga untuk menambah kapasitas pengolahan konsentrate dari sebelumnya satu juta ton menjadi 1,3 juta ton per tahun.

Proses pembangunan ekspansi smelter konsentrat tembaga PT Smelting oleh PT Freeport Indonesia ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2023. Dengan investasi mencapai Rp3,2 Triliun, ekspansi mencakup penambahan refinery cells (sel elektrolit untuk memurnikan konsentrat) serta peningkatan daya listrik. Hingga akhir Maret 2023 realisasi progress pembangunan mencapai 89,7% untuk procurement dan 70,3% untuk konstruksi.

Baca Juga :   Minta Penyelesaian Tenaga Kerja IKSG Tanpa Pihak Luar

“Pembangunan extension smelter PT Smelting diharapkan dapat selesai Januari 2024,” ujar Arifin.

PT. Smelting telah melaksanakan tiga kali ekspansi pada tahun 2004, 2006, dan 2009 sehingga kapasitas produksi meningkat dari 200.000 ton menjadi 300.000 ton tembaga per tahun. Saat ini kapasitas pengolahan tembaga sebesar 1 juta ton/tahun.

PT. Smelting menggunakan teknologi Mitsubishi dalam proses peleburan tembaga dan teknologi ISA dalam proses pemurnian tembaga yang berkesinambungan, ramah lingkungan dan ekonomis.

Teknologi ISA mampu menghasilkan katoda tembaga dengan kemurnian 99,99% (LME Grade A). Dengan waktu operasi yang tinggi, produktivitas tenaga kerja yang tinggi, dan tingkat keamanan yang tinggi dengan biaya produksi yang rendah.

Dari proses pengolahan tembaga di PT. Smelting, dihasilkan beberapa produk samping. Seperti asam sulfat, terak tembaga (produk sampingan dari ekstraksi tembaga dengan peleburan), gipsum, lumpur anoda dan CuTe. Semua produk ini bisa dijual dan digunakan oleh banyak konsumen di dalam negeri dan luar negeri.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *