Anak Muda Adalah Kunci

Diva Prama Ahbarian Azizi

Oleh : Diva Prama Ahbarian Azizi

Pemilu 2024 sudah sangat dekat. Perlu kita ketahui bahwa keterlibatan dan peran strategis anak muda adalah aktor bagi suksesnya pemilu 2024. Berdasarkan data dari KPU RI, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan umum serentak 2019, pemilih yang berusia 20 tahun berjumlah 17.501. 278 orang, sedangkan jumlah pemilih kisaran usia 21 – 30 tahun mencapai 42.843.792 orang. Dan pada pemilu serentak 2024 nanti, jumlah pemilih dari kalangan muda diprediksi akan meningkat signifikan hingga mencapai angka 60 persen dari total suara pemilih.

Sudah barang tentu kita sebagai anak muda tidak apatis dengan persoalan ini, dan sudah seharusnya anak anak muda ambil peran di pemilu 2024. “Wes gak zamane, wes ora wayahe (udah gak zamannya, sudah gak waktunya) kita sebagai anak muda hanya diam, atau malah dimanfaatkan sebagai objek politik jangka pendek. ini hanya merugikan kita sebagai anak muda dan masyarakat, yang terpenting kita sebagai anak muda harus bersatu, ikut andil, menyumbang gagasan demi mensukseskan pemilu 2024. toh nanti kalau pemimpinnya baik, jujur & amanah juga kita sendiri yang bangga, syukur syukur ada anak muda yang bisa menjadi pemimpin – pemimpin negeri ini dengan baik.” ~Dhiva Prama Akbarian Azizi ( Parlemen Remaja DPR RI 2021 Dapil IX Jawa Timur Bojonegoro-Tuban )

Sangat disayangkan, sekarang ini kecenderungan sebagian besar anak muda tidak peduli terhadap dunia politik. Padahal kehidupan kita di negara Indonesia akan selalu dipengaruhi oleh politik. Kalau kita lihat dan perhatikan, orang-orang tua di sekitar kita, para pekerja dengan jenis pekerjaan apapun selalu mendiskusikan terkait politik, baik dalam tingkat daerah maupun nasional. Tapi justru tidak dengan anak muda, hal ini terjadi mungkin karena belum pahamnya anak muda bahwa kedepannya kita juga akan berada di posisi seperti orang tua kita sekarang. Kita nantinya juga akan menjadi orang tua yang berpikir tentang biaya pendidikan anak, harga bahan pokok, harga tanah, bayar pajak, biaya rumah tangga dan lain sebagainya. Bahwasanya, tidak bisa dipungkiri, politik selalu ada dan selalu berpengaruh besar terhadap kehidupan kita.

Baca Juga :   Bacabup Bojonegoro, Wahyu Setiawan Optimis dapat Rekomendasi dari DPP PAN

Di tengah pandangan bahwa generasi milenial adalah generasi yang apatis terhadap politik, dunia justru sedang mengalami naik daunnya politik anak muda atau politik milenial terlepas dari apapun pandangan politik yang mereka yakini. Kita bisa melihat Macron (39) menjadi Presiden termuda Prancis dalam sejarah, Menpora Dito Ariotedjo (32), Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman (38), Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak (38), Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky (31), DPR RI Rizki Natakusumah (28), Farah Puteri (27) dan masih banyak lagi.

“Saya pribadi sebagai bagian dari anak muda berharap, Anak muda sekarang bisa lebih menaruh rasa dan kepekaannya terhadap politik, terhadap hal yang sangat berpengaruh dalam hidup mereka, baik sekarang atau tahun-tahun mendatang. Kalau anak muda bisa sedih, kecewa, marah, benci, bahagia, menangis, tersenyum karena banyak hal. Maka, harusnya anak muda juga bisa menuangkan segala emosinya tersebut untuk politik. Sudah waktunya anak muda ikut mengawal politik sehingga lebih modern dan terbuka serta berfokus pada kebaikan sesama, alih-alih konservatif ala golongan tua yang selalu berbicara tentang kekuasaan, padahal kekuasaan ada di tangan rakyat itu sendiri.” ~ Anas Robbani (Pemuda Bojonegoro & Menteri Aksi & Propaganda BEM KM UPN V Yogyakarta)

Baca Juga :   Dapil VI Sumbang Dua Kursi DPRD Bojonegoro untuk PKB, M. Suparno : Kemenangan Ini Kemenangan Kita Bersama

Semoga nantinya Anak muda bisa berpartisipasi dalam proses pemilihan dan memastikan hak suara mereka terdaftar dan digunakan. Melalui hak suara mereka, mereka dapat memilih kandidat yang mewakili kepentingan mereka dan mempengaruhi arah politik negara. Anak muda juga harus mengedukasi diri mereka sendiri tentang isu-isu yang relevan dengan pemilu dan mencari informasi dari sumber yang terpercaya. Hal ini akan membantu mereka membuat keputusan yang lebih terinformasi saat memilih kandidat dan mempengaruhi pemikiran dan pandangan mereka terhadap isu-isu politik, dan nantinya bisa memperjuangkan keterwakian yang lebih besar.

Penulis adalah Mahasiswa UMY Jogja Jurusan Hukum Internasional

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *