Pipa Transmisi Cisem Tingkatkan Aksesibilitas Gas Bumi di Indonesia

Menteri ESDM Arifin Tasrif saat melihat perkembangan proyek pembangunan pipa transmisi gas Cisem Tahap I.

Suarabanyuurip.com – d suko nugroho

Jakarta – Progres pembangunan pipa transmisi gas bumi Cisem Tahap I (ruas Semarang-Batang) telah mencapai 96%. Sementara anggaran pembangunan pipa transmisi gas bumi Cisem Tahap II (ruas Batang – Kandang Haur Timur) saat ini dalam tahap penyelesaian dan dimasukkan dalam APBN dengan skema multi years contract periode proyek 2024-2025

Pembangunan pipa Cisem ini merupakan upaya pemerintah meningkatkan pemanfataan gas bumi domestik sebagai peran utama transisi energi di Indonesia. Mengingat semakin besarnya cadangan gas bumi di tanah air.

Pembangunan pipa transmisi gas bumi Cisem merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Tujuannya meningkatkan akses gas bumi bagi seluruh masyarakat maupun industri. Pipa transmisi Cisem ini merupakan bagian dari rencana interkoneksi pipa transmisi antara jaringan pipa transmisi Sumatera, Jawa Bagian Barat dengan jaringan pipa transmisi Jawa Bagian Timur.

“Setelah pembangunan pipa CISEM tahap I dan II selesai, Pemerintah berencana membangun ruas transmisi Dumai-Sei Mangke sepanjang 400 km. Nanti jika ruas Dumai – Sei Mangke selesai, gas yang kelebihan di Jawa Timur bisa ditransfer ke Jawa Barat, bahkan sampai Arun,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji.

Baca Juga :   Ubah Skema Bagi Hasil Migas untuk Tarik Investor

Tutuka berharap pipa transmisi ini dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan aksesibilitas gas bumi yang sebagian besar berasal dari lapangan gas di Jawa Timur dapat sampai ke wilayah Jawa Tengah. Pipa transmisi ini dibangun tidak hanya bertujuan untuk memfasilitasi industri, tetapi juga sebagai salah satu upaya pemerintah untuk dapat menyediakan gas dengan harga yang terjangkau kepada masyarakat.

“Dengan pembangunan pipa transmisi menggunakan APBN, diharapkan nantinya harga jual gasnya juga lebih murah. Karena toll-feenya bisa murah karena biaya APBN. Kalau gas murah, industri membeli gas harga yang murah, sehingga juga membantu menumbuhkan industri itu. Diharapkan juga nanti harga gas yang sampai ke masyarakat juga bisa lebih murah kalau sudah ada infrastruktur,” jelas pria yang pernah menjabat Kepala PPSDM Migas ini.

Proses lelang untuk pembangunan pipa transmisi gas bumi Cisem Tahap II dari Batang hingga ke Kandang Haur Timur direncanakan akan dilakukan pada akhir tahun 2023. (suko)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *