SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Hingga 2023 ini, sebanyak 22.528 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur telah dibangun. Program ini diperuntukkan bagi warga miskin. Rencananya, tahun depan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro akan mengusulkan kembali karena masih banyak masyarakat miskin.
Sekretaris Dinas PKP Cipta Karya Bojonegoro, M. Zamrony mengatakan, program RTLH ini dimulai sejak tahun 2019 lalu. Rencananya, pada 2024 mendatang juga akan mengusulkan RTLH kembali.
“Karena masih banyak masyarakat Bojonegoro yang miskin atau rumahnya tak layak untuk dihuni,” katanya, Selasa (1/8/2023).
Zamrony menjelaskan, pada 2019 lalu sebanyak 1.558 unit rumah tidak layak huni dibangun berasal dari 4 anggaran, yaitu APBD sebanyak 690 unit, P-APBD sebanyak 549, DAK 119 unit dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 200 unit rumah. Untuk tahun 2020, secara keseluruhan telah membangun 3.743 unit rumah tidak layak huni.
“Jumlah ini terbagi dalam lima anggaran, yakni APBD sebanyak 2.095 unit, P-APBD sebanyak 822 unit, DAK sebanyak 106 unit, BSPS 500 unit dan CSR sebanyak 220 unit,” katanya.
Sementara untuk tahun 2021 ada 6.519 unit RTLH selesai dibangun. Jumlah ini terbagi dalam lima anggaran, yaitu APBD sebanyak 3.915 unit, P-APBD sebanyak 2.161 unit, DAK sebanyak 49 unit, BSPS 96 unit dan CSR sebanyak 355 unit.
Kemudian ditahun 2022 sebanyak 5.108 unit dan pada tahun 2023, bersumber dari APBD sebanyak 296 unit, P-APBD sebanyak 3.028 unit dan sisanya dikerjakan provinsi dalam program BSPS dan tanggungjawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/ CSR).
“Jadi jumlah total keseluruhan sampai tahun 2023 ini sebanyak 22.528 unit rumah tak layak huni selesai dibangun,” katanya.
Siswo Laksono, salah satu penerima program RTLH tahun 2023 mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro atas bantuan yang diberikan. Ia mengaku rumahnya sebelumnya berlantai tanah dan kondisi kayu atap sudah banyak yang lapuk.
“Saat ini pembangunannya masih berlangsung. Pemasangan bata ringannya sudah hampir selesai,” ucap warga RT 10 RW 03 Dusun Dalemkidul, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander.(jk)





Yang tak puny@ rumah apa bukannya orang miskin