Pertamina EP Cepu Perkuat Ekonomi Produktif Kader Posyandu

Kader Posyandu Pertamina EP Cepu.
Kader Posyandu binaan Pertamina EP Cepu memperlihatkan produk hasil usahanya.(dok.PEPC)

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – PT Pertamina EP Cepu (PEPC), Zona 12, Subholding Upstream Pertamina memperkuat kegiatan ekonomi produktif kader Posyandu. Kegiatan ini sebagai komitmen perusahaan mendukung pemerintah dalam menciptakan masyarakat mandiri berdikari, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan khusunya pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Kegiatan yang dilaksanakan adalah peningkatan kapasitas kelompok menghadapi era disrupsi berupa pelatihan produksi olahan makanan sehat dan pemasaran dengan tajuk “Pos Gizi Mandiri” bagi warga sekitar yang dilaksanakan di Desa Dolokgede, Tambakrejo, Bojonegoro, Jawa Timur pada Selasa, 1 Agustus 2023 lalu.

Pos Gizi Mandiri merupakan bagian dari Program Posyandu Tangguh Mandiri untuk peningkatan gizi masyarakat rentan. Program ini telah menghasilkan peningkatan status 15 Posyandu, peningkatan kapasitas 76 kader posyandu, munculnya 15 unit usaha ekonomi produktif berbasis kader posyandu, serta pendampingan pertumbuhan & perkembangan tidak kurang dari 650 balita.

Produk ekonomi produktif yang diproduksi berupa olahan kue kering, aneka olahan daun bayam, aneka keripik pisang, ketela, singkong dan olahan hasil pertanian lain.

Baca Juga :   Produksi Gas JTB Capai 175 MMscfd Hingga April 2024

Sr. Manager Relations PEPC Regional Indonesia Timur Fitri Erika menjelaskan pelatihan literasi digital bertujuan untuk membekali para ibu-ibu sehingga mereka bisa melakukan aktivitas ekonomi di marketplace.

Dengan pelatihan ini, Erika berharap dapat menciptakan usaha ekonomi produktif berbasis kader Posyandu, sehingga dapat menopang kemandirian Posyandu.

“Di era sekarang semua menjadi tanpa batas, sehingga produk dari Bojonegoro ini dapat dibeli oleh pelanggan di luar Bojonegoro secara online. Kemampuan tersebut yang kita pacu agar tercipta peluang-peluang baru untuk memajukan usahanya. Dengan demikian para kader Posyandu juga semakin produktif, dan adaptif menghadapi perubahan pola pemasaran saat ini,” pesannya.

Kegiatan ini diikuti oleh para kader Posyandu dari beberapa desa yang berada di sekitar wilayah operasi.

Indra (28), salah satu ibu muda dari Desa Pelem, Purwosari mengaku senang dirinya dan kelompoknya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan pemasaran digital ini. Indra yang sebelumnya bekerja merantau di luar kota kini merasa mantap untuk menekuni usahanya dari desa karena kesempatan dan peluang sekarang terbuka lebar melalui pemasaran digital.

Baca Juga :   Pertamina Berhasil Menghemat Biaya US$ 2.2 Miliar

“Terima kasih PEPC telah memberikan kesempatan untuk menambah ilmu. Dengan kemajuan teknologi sekarang ini produk kita bisa dijual di luar desa,” ungkapnya.

Melalui program pengembangan masyarakat (PPM) yang telah mendapatkan persetujuan dari SKK Migas sebagai regulator industri hulu migas, PEPC JTB berusaha mendorong peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar wilayah operasi.

Pelatihan Pos Gizi Mandiri ini adalah kelanjutan dari program Posyandu Mandiri yang masih dalam kerangka besar program Sehat Anak dan Ibu Tercinta (Sehati). Dari program ini setiap Posyandu dilakukan pendampingan dalam membuat unit usaha untuk mendukung terpenuhinya gizi anak dan ibu hamil.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *