Berbagi Inovasi, Mahasiswa KKN Unigoro Kenalkan Kreasi Susu Kedelai dan Pengawetan Tahu Secara Alami

KKN Unigoro.
Kelompok 13 mahasiswa KKN Unigoro mengenalkan pembuatan susu kedelai dan pengawetan tahu secara alami kepada Ibu-ibu di Desa Kuncen, Kecamatan Padangan.

SuaraBanyuurip.com – Edi Supraeko

Bojonegoro – Semangat inovasi untuk menumbuhkan ekonomi keberlanjutan ditunjukan Kelompok 13 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Unigoro 2023. Mereka mengenalkan pembuatan susu kedelai dan pengawetan tahu secara alami menggunakan jeruk nipis untuk meningkatkan nilai produk kepada warga Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Selama satu jam sosialisasi, peserta diajak untuk memahami secara mendalam teknik pembuatan susu kedelai yang berkualitas serta metode alami pengawetan tahu yang efektif.

Kelompok 13 mahasiswa KKN-TK Unigoro menjelaskan tentang proses pembuatan susu kedelai yang komprehensif. Mulai langkah-langkah detail dalam produksi susu kedelai serta informasi tentang nilai gizi yang terkandung dalam produk ini.

Dalam sosialisasi itu juga dibuka sesi tanya jawab. Para peserta diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan kelompok mahasiswa. Anggota PKK Desa Kuncen, Sri Purwanti turut aktif melontarkan pertanyaan mengenai aspek teknis dalam pembuatan susu kedelai, seperti waktu perendaman kedelai dan jenis kedelai yang digunakan.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab dengan jelas oleh pemateri, dan dilanjutkan dengan memberikan panduan yang komprehensif bagi para peserta.

Baca Juga :   Bupati Wahono Resmi Membuka Ajang Talenta Siswa SD-SMP Bojonegoro 2025

“Bagaimana solusinya jika pembuatan susu kedalai mengalami kegagalan,” tanya Anggota PKK lainnya, Nur.

Mendapat pertanyaan itu, pemateri memberikan jawaban kreatif dengan mengusulkan penggunaan sari tahu gagal untuk tahu jahe.

“Ini membuktikan bahwa inovasi dapat lahir dari kesalahan,” tegas pemateri.

Tidak hanya pembuatan susu kedelai, dalam sosialisasu ini juga membahas pengawetan tahu dengan bahan alami, yakni jeruk nipis. Kelompok mahasiswa menjelaskan bagaimana jeruk nipis dapat digunakan sebagai pengawet alami tahu, memperpanjang umur simpannya hingga 9 hari.

“Mudah-mudahan penjelasan yang diberikan menginspirasi para peserta untuk mengadopsi metode pengawetan yang lebih ramah lingkungan,” kata Ketua Kelompok 13 Mahasiswa KKN Unigoro, Bayu Ali Syahbana.

Menanggapi inovasi itu, Ririn, anggota PKK lainnya, menanyakan apakah tahu yang diawetkan dengan jeruk nipis akan mengubah rasa menjadi asam.

Menurut pemateri, penggunaan jeruk nipis dalam jumlah tepat tidak akan mengubah rasa tahu secara signifikan, namun justru memberikan sentuhan segar dan menjaga kualitas tahu.(edi)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Pengurus IKA Unugiri Periode 2023-2028 Resmi Dilantik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *