Manager Pertamina Sukowati Field Pastikan Program Pertanian Organik Berjalan Sesuai Rencana

PASTIKAN PROGRAM : Manager Pertamina EP Sukowati Field, Totok Parafianto bersama jajaran, dan terkait saat melaksanakan monitoring program pertanian organik.

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Tuban – Dalam upaya menjamin keberhasilan program pertanian organik di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Manager Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Sukowati Field, Totok Parafianto, bersama jajaran melakukan monitoring ke lokasi program. Kegiatan itu dilakukan guna memastikan program berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.

Manager PEP Sukowati Field, Totok Parafianto mengatakan, bahwa program pertanian organik di sekitar wilayah operasi, khususnya di Desa Rahayu diinisiasi oleh PT Pertamina EP Sukowati Field sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan.

Dalam catatannya, dia menilai bahwa program yang dijalankan cukup berhasil. Karena pada tahap ini saja, pertumbuhan padi dengan sistem pertanian organik yang diterapkan telah menunjukkan rata-rata pertumbuhan yang maksimal.

“Dari satu bibit yang ditanam pada saat penanaman perdana yang lalu telah menghasilkan anakan sebanyak 71 tunas di umur 58 hari ini,” kata Totok, sapaan akrabnya kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (19/08/2023).

Manager Pertamina EP Sukowati Field, Totok Parafianto (berkaus hijau) dan pihak terkait foto bersama saat monitoring pertanian organik.

Totok menjelaskan, latar belakang gagasan ini muncul karena pertanian yang selama ini diterapkan di Desa Rahayu memang masih mengandalkan penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Sedangkan penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara terus-menerus berdampak pada resistensi hama terhadap bahan kimia sehingga menyebabkan kebutuhan penggunaan bahan kimia yang terus meningkat.

Baca Juga :   Ratusan Ribu Dukungan Syarat Bacabup Independen Bojonegoro Terus Mengalir ke Nurul Azizah

“Hal ini menyebabkan terjadinya kerusakan dan degradasi kesuburan pada lahan pertanian sehingga kerap terjadi gagal panen,” jelasnya.

Saat ini, petani di Desa Rahayu telah mulai bergeser dari metode pertanian konvensional menuju inovasi pertanian organik metode SRI (System of Rice Intensification) melalui pengembangan dan pendampingan oleh PT Pertamina EP Sukowati Field. Melalui penerapan metode baru ini, petani tidak lagi menggunakan pupuk dan pestisida kimia yang harganya terus melambung di pasaran.

“Sebaliknya, kini para petani justru memanfaatkan potensi lokal yang ada sebagai bahan-bahan pupuk kompos dan pestisida nabati guna mensubtitusi penggunaan pupuk dan pestisida kimia,” beber Totok.

Orang nomor satu di perusahaan migas Blok Tuban itu juga mendorong supaya program ini dapat terus diperluas sehingga penerima manfaatnya semakin banyak.

“Mudah-mudahan dengan tanda-tanda keberhasilan ini, menjadi motivasi petani lain yang belum bergabung di kelompok untuk terlibat dan menerapkan langsung sistem pertanian organik,” imbuhnya.

Manager Pertamina EP Sukowati Field, Totok Parafianto dengan pihak terkait ketika melakukan monitoring pertanian organik di Tuban.

Terpisah, Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa Rahyu, Sutikno mengaku, cukup gembira dengan penerapan metode pertanian organik ini. Sehingga pihaknya antusias untuk mengembangkan pertanian organik metode SRI ini lebih luas lagi di lahan miliknya.

“Saya merasa puas dengan hasil yang sudah ada ini, semoga nanti dapat panen dengan maksimal” ucap pria yang karib disapa Pak Wo Tik ini.

Baca Juga :   Bangun Saluran Irigasi Beton di Desa Glodog

Menurut Pak Wo Tik, inovasi program pertanian organik di Desa Rahayu yang dikembangkan PT Pertamina EP Sukowati Field diakui tidak hanya terletak pada inovasi pertanian metode SRI yang baru pertama kali diterapkan di wilayah Kecamatan Soko.

Dia menambahkan, keunikan lain dari program ini adalah adanya kebaruan melalui penerapan inovasi sistem kelembagaan petani yang mendorong kemandirian dalam pemenuhan pupuk organik serta pestisida nabati bagi para petani. Sehingga petani bisa mendapatkan pupuk kompos dan atau pestisida nabati siap pakai melalui sistem barter bahan mentah potensi lokal, seperti limbah ternak, jerami, hijauan, dan sebagainya.

“Adapun sistem kelembagaan pemenuhan nutrisi organik pertanian bagi para petani Rahayu ini dikelola melalui sistem rumah kompos di setiap pokja (kelompok kerja) masing-masing,” tambahnya.

Inovasi kelembagaan swasembada pupuk melalui sistem rumah kompos bersama ini, lanjut dia, menjadi sistem kelembagaan yang pertama kali diterapkan di Kabupaten Tuban.

“Tujuan diterapkannya sistem baru ini adalah sebagai solusi untuk menyelesaikan permasalahan kesulitan pemenuhan kebutuhan pupuk yang selama ini menjadi isu utama yang dihadapi oleh hampir semua petani,” tuturnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *