Sebut BRIN Miliki Peran Penting Wujudkan Reformasi Birokrasi Atasi Kemiskinan

Menteri PANRB, Abdullah Azwar Anas, saat menjadi narasumber pada kegiatan Town Hall Meeting BRIN, di Kantor BRIN, Selasa (5/09).(Foto dok Kementerian PANRB)

SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Jakarta – Setiap instansi baik tingkat pusat maupun daerah memiliki peran penting dalam mewujudkan reformasi birokrasi (RB) tematik, tak terkecuali dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, dalam kegiatan Town Hall Meeting BRIN, di Kantor BRIN, Selasa (05/09/2023).

“Sebagai instansi yang menaungi riset dan inovasi, BRIN dapat memberikan masukan berupa analisis masalah dan alternatif solusi kebijakan kepada instansi terkait, serta mengawal implementasi kebijakan dengan riset yang konstruktif sehingga kebijakan tersebut memiliki dampak yang lebih signifikan kepada masyarakat,” katanya dikutip dari laman resmi Kementerian PANRB.

Peran BRIN, kata Anas, juga menguatkan pendekatan evidence-based policy melalui riset dan kajian inovasi. Hal tersebut menjadi dasar pengambilan kebijakan yang efektif dalam berbagai bidang pemerintahan, seperti pengentasan kemiskinan dan peningkatan investasi.

Dengan kontribusi itu, BRIN menjadi engine penggerak perubahan positif dalam reformasi birokrasi, memastikan langkah-langkah yang diambil pemerintah berdasarkan bukti dan inovasi yang kuat.

Baca Juga :   Pemerintah Resmi Buka Penerimaan Calon Taruna dan Praja Jalur Sekolah Kedinasan

Terdapat empat area yang menjadi fokus utama RB Tematik. Yakni penanggulangan kemiskinan, peningkatan investasi, digitalisasi administrasi pemerintahan, dan percepatan prioritas aktual Presiden.

“Keseluruhan area tematik tersebut ditopang oleh Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk menjaga keterpaduan dan keselarasan langkah dalam penerapan digitalisasi,” ujarnya.

Disampaikan juga Collaborative dan Network Governance menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kinerja. Hasil dan dampak yang diinginkan harus menjadi hasil kerja bersama berbagai instansi terkait, bukan hanya beban satu instansi.

“Saya mendorong BRIN dapat melahirkan terobosan atau inovasi yang memberikan dampak bagi masyarakat,” tandasnya.

Sementara Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menyampaikan, bahwa instansinya juga telah melakukan reformasi birokrasi dalam segala sektor. Seperti menerapkan sistem kerja Flexible Working Arrangement (FWA) dengan berbasis output. Dimana hal tersebut juga dilihat dari jenis pekerjaan yang bisa dilakukan dari mana saja.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan semangat para Aparatur Sipil Negara (ASN) di BRIN untuk dapat berkinerja lebih baik lagi dan memberi dampak bagi masyarakat luas,” katanya.

Baca Juga :   2 Kementerian RI Perkuat Kolaborasi Percepat Penuntasan Tantangan di Daerah

“Pihak kami juga siap berkolaborasi dan mendukung instansi lain, berdasarkan pada tugas dan fungsi BRIN,” pungkasnya.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *