Jembatan Kaliketek Bojonegoro Retak Viral di Medsos

Jembatan Kaliketek
Salah satu pelintas sedang menengok ke arah retakan Jembatan Kaliketek.

SuraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Jembatan Kaliketek yang melintang di atas sungai Bengawan Solo, turut Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dikabarkan retak parah.

Retaknya beton jembatan yang menjadi akses keluar masuk kendaraan dari arah Kabupaten Bojonegoro menuju Kabupaten Tuban maupun sebaliknya itu viral media sosial (Medsos) dan menjadi buah bibir warganet.

Diketahui retakan jembatan itu diunggah oleh akun facebook bernama Ahzadanish. Unggahan berupa video kondisi jembatan berdurasi 18 detik itu banjir komentar dari netizen.

“Ngapunten.. iki gak bahaya toh.. nek boten penting dhapus mawon.lokasi jembatan kaliketek (mohon maaf, apakah ini tidak berbahaya, kalau tidak penting dihapus saja.lokasi jembatan kaliketek),” demikian caption dalam video.

Salah satu akun, Mzainurrmdhn menanggapi dengan menulis komentar,, “Msok ngenteni enek korban (masa menunggu ada korban)”.

Kemudian akun lainnya, Hendra Kurnia menyatakan bahwa jika tidak segera ditangani jembatan Kaliketek akan mengalami mati suri seperti jembatan Glendeng.

“Kalau gak segera ditangani, akan sama nasibnya dengan glendeng, mati suri, pengalihan jalur,” tulisnya.

Baca Juga :   Jembatan Penghubung Kabupaten Bojonegoro-Lamongan Putus

Dikonfirmasi perihal keretakan jembatan Kaliketek, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro membenarkan hal itu dan telah melakukan pengecekan di lokasi.

Kepala Dishub Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo mengatakan, hasil pengecekan selanjutnya akan dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Timur.

“Agar segera diambil tindakan teknis sesuai kewenangan yang dimiliki,” katanya, Senin (11/9/2023).

Keretakan jembatan ada pada kedua sisi sebelah selatan, yakni sisi kanan masuk Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, sedangkan di kiri diketahui masuk wilayah Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Kota.

“Sebetulnya retaknya sudah lama tapi sekarang makin parah,” ujar Arman, salah satu warga Desa Banjarsari.

Terpisah, Kepala Bidang Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PUBMPR) Kabupaten Bojonegoro, Edi Dwi Purwanto mengatakan, jika jembatan yang menjadi penghubung dua kabupaten itu bukanlah tanggung jawab Pemerintah Daerah Bojonegoro.

“Itu wilayah Provinsi Jawa Timur,” ujar Edi.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *