Pertamina EP Cepu Bangun Ekosistem Jurnalisme Positif

Workshop pertamina ep cepu.
Narasumber yang dihadirkan Pertamina EP Cepu dalam workshop media.

SuaraBanyuurip.com – Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen terhadap lingkungan dan masyarakat yang berkelanjutan, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 dan SKK Migas berupaya untuk berperan aktif dalam peningkatan kapasitas masyarakat sekitarnya. Salah satu langkah yang dilakukan ialah kolaborasi antara industri hulu migas, Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) dan para jurnalis media di sekitar wilayah operasi lapangan gas Jambaran – Tiung Biru (JTB)

Kegiatan yang dibuka oleh Koordinator Dept. Formalitas & Komunikasi SKK Migas perwakilan Jabanusa Wahyu Dono Nur Amboro dilaksanakan di Bojonegoro, Jawa Timur pada Rabu (23/08). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan jurnalis dari berbagai platform media yang meliput di wilayah Bojonegoro, Tuban dan Blora, Jawa Tengah.

Menurut Wahyu, SKK Migas sebagai regulator industri hulu migas menyadari akan strategisnya peran dan tugas jurnalis sebagai pembawa pesan kepada masyarakat atau publik. Untuk itu, pihaknya bersama PEPC mendukung terciptanya ekosistem media yang semakin profesional.

“Melalui media yang makin terpercaya, informasi terkait industri hulu migas semakin terbantu karena dapat diterima masyarakat dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga :   Pertamina EP Cepu Zona 12 Raih Hasil Positif Audit K3 Siap Selamat dari Auditor Eksternal

Sr. Manager Relations PEPC Fitri Erika mengatakan kolaborasi bersama kali ini bertujuan untuk membangun ekosistem jurnalisme positif dalam upaya mendukung industri hulu migas. Jurnalisme positif telah menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.

“Untuk itu, PEPC bersama SKK Migas, LPDS serta rekan-rekan jurnalis di sekitar wilayah operasi berupaya mencapai tujuan terpenuhinya kebutuhan publik akan informasi terkait Industri hulu migas melalui karya karya jurnalisme positif ini,” urai Erika dalam keterangannya.

Masih menurut Fitri Erika, di era disrupsi media seperti sekarang ini, dimana masing-masing orang dapat menjadi “pewarta” tanpa melalui proses redaksional yang proper, publik menjadi pihak yang rentan sebagai end user mendapatkan informasi yang keliru. Media sosial yang cenderung cepat penyebarannya memiliki potensi ketidakakuratan kontennya. Industri hulu migas masih menganggap media konvensional sebagai sumber utama informasi yang terpercaya.

Sementara itu, Sudjatmiko salah satu jurnlis senior di Bojonegoro menyambut positif kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini bisa menghadirkan narasumber yang kompeten serta memiliki integritas di bidangnya. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan perkembangan jaman. Jurnalis dituntut untuk terus mengasah kemampuannya supaya menghasilkan karya yang baik.

Baca Juga :   DPRD Pertanyakan Penggunaan DBH Migas Pendidikan Rp30,374 Miliar

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami jurnalis, apalagi dengan pemateri seperti Oscar Motuloh yang selama ini hanya mengenal melalui karyanya namun sekarang dapat hadir dan sharing langsung dengan para jurnalis di sini,” ungkapnya.

Diharapkan, kegiatan ini menjadi sumbangsih dari industri hulu migas agar dapat semakin mendorong adanya eksplorasi pemberitaan yang bisa menumbuhkan peluang dan harapan masyarakat. Selain itu sebagai salah satu bentuk kerja bersama dalam mendukung terciptanya semangat saling melengkapi antara komponen bangsa, termasuk didalamnya dapat membangkitkan optimisme menuju tercapainya target 1 juta BOPD dan gas 12 BSCFD pada 2030 mendatang.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *