Penjual Soto Ayam dan Wingko Lamongan Makin Cuan Pakai Gas Bumi

Suasana Pusat Soto Lamongan, Depot Asih Jaya yang menggunakan gas bumi cukup ramai pembeli.

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Lamongan – Dua penjaja makanan khas asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengaku semakin untung atau cuan menggunakan gas bumi saat memasak. Kedua pengusaha itu adalah Sofwan Hadi Sulistio yang menjual soto ayam dan Mutakin pengusaha wingko.

Wawan, sapaan akrab Sofwan Hadi Sulistio mengaku, menjalankan Depot Asih Jaya sebagai pusat bisnis kulinernya dengan menu andalan soto ayam. Pengusaha makanan ikonik Kabupaten Lamongan ini membuka tempat usahanya sejak pukul 05.30 WIB hingga sekitar pukul 01.00 WIB.

“Karena buka sampai malam, tentu saya mendapat kemudahan dan kelancaran dengan mengandalkan pasokan gas bumi dari PGN untuk memasak,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com di lokasi usaha yang punya karyawan 35 orang, Senin (09/10/2023).

Pemilik usaha yang pernah dikunjungi Profesor Mahfud MD mampir sarapan soto ayam sekitar tahun 2019 itu merasa semakin untung dengan menggunakan gas bumi yang didistribusikan oleh PGN. Karena perbedaan ongkosnya mencapai separuh atau lebih murah ketimbang menggunakan gas jenis lain.

Baca Juga :   Pertamina Tingkatkan SDM Pebatik Blora
Pemilik Pusat Soto Lamongan, Sofwan Hadi Sulistio menunjukkan jaringan meter pelanggan gas bumi bersama petugas dari PGN.

Belum lagi manfaat lainnya berupa ketersediaan gas yang terjamin selama 24 jam. Meskipun tekanan gas bumi terhitung sangat rendah, tetapi menurut pria 52 tahun ini tidak mempengaruhi kecepatan memasak untuk depot yang telah dirintis Ali Mahfud, bapaknya sejak 1985.

Depot milik putra ke dua dari tiga bersaudara ini punya omzet yang sangat besar. Ditilik dari kebutuhan beras saja, per tahunnya dia siapkan sebanyak 50 ton beras di gudang. Sedangkan untuk ayam sekira 30 sampai 40 ekor tiap harinya.

“Rata – rata sekitar 1.300 m³ pemakaian gas bumi untuk depot ini per bulan, sangat ekonomis,” ujar Wawan.

Sementara Manajer Toko Wingko Arjuno, Mutakin, memiliki pengalaman berbeda menggunakan gas bumi PGN. Menantu pemilik usaha yang beralamat di Jalan K.H. Ahmad Dahlan Lamongan ini mengaku semburan api gas bumi lebih pas untuk usaha wingko.

“Semburan api gas PGN lebih cocok untuk memasak wingko kami, karena matangnya merata dan tidak cepat gosong,” tuturnya.

Manajer Toko Wingko Arjuno, Mutakin memperlihatkan meter gas bumi PGN.

Tentu tak hanya itu, karena pemakaian gas bumi juga berdampak penurunan ongkos produksi sampai sekira 30% dari sebelum menggunakan gas bumi. Ditambah pasokan yang selalu siap sedia.

Baca Juga :   PGN Bojonegoro Perdalam Pipa Jargas PE 180mm di Gayam

“Lebih aman dan lebih ekonomis,” tandasnya.

Terpisah, Area Head PGN Bojonegoro, Mochamad Arif mengungkapan, pelanggan PGN dari program jaringan gas rumah tangga (jargas) Kabupaten Lamongan yang disubsidi APBN ada sebanyak 9.000 pelanggan.

Selain jargas, ada 7 Pelanggan Kecil (PK) yang biasanya berasal dari para pengusaha makanan, depot, atau restoran. Depot Asih Jaya dan Wingko Arjuno termasuk dalam pelanggan kecil tersebut.

“Kami berharap dengan adanya jaringan gas dari pemerintah dapat membantu dan dimanfaatkan untuk kegiatan UMKM sebagai energi alternatif yang lebih effisien, aman dan praktis,” ucap pria ramah ini.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *