PEP Sukowati Field dan PEP Donggi Matindok Field Raih PSBE 2023

SIMBOLIS : Field Manager Pertamina EP Sukowati Field, Totok Parafianto saat menerima penghargaaan PSBE 2023.

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bali – Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Sukowati Field dan Pertamina EP Donggi Matindok Field, bagian dari Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina raih Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi (PSBE) 2023.

Kedua anak perusahaan Pertamina itu meraih penghargaan karena komitmennya dalam melaksanakan program efisiensi energi sebagai bagian dari program Environmental, Social & Governance (ESG) melalui berbagai inovasi yang diterapkan.

PSBE merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Kementerian ESDM kepada para pemangku kepentingan yang telah berhasil menerapkan efisiensi energi, konservasi energi dan penurunan emisi gas rumah kaca. PSBE secara rutin dilakukan tiap tahun sejak 2012, yang dulu dikenal dengan nama Penghargaan Efisiensi Energi Nasional (PEEN).

Melalui penghargaaan ini, Kementerian ESDM mendorong berbagai pihak termasuk pelaku usaha untuk mendukung capaian target efisiensi energi nasional sebesar 17% pada tahun 2025 dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di sektor energi sebesar 358 juta ton CO2e di tahun 2030.

Pertamina EP Donggi Matindok Field meraih dua penghargaan yakni Juara III Bidang Efisiensi Energi Kategori Manajemen Energi di Bangunan Gedung dan Kategori Manajemen Energi di Industri Pertambangan dan Energi, juga Sub Kategori Inovasi Khusus Pada Manajemen Energi di Industri. Inovasi yang diangkat adalah Peningkatan Kinerja Energi dan Reduksi Emisi Berbasis Demand Response Melalui Penerapan LOTION (Load Priority Selection) Pada Gas Turbine Generator.

Baca Juga :   Keluhkan Jalan Rusak Akibat Proyek Double Track

Pertamina EP Donggi Matindok Field melakukan berbagai inovasi untuk berkontribusi terhadap program keberlanjutan lingkungan karena ingin operasi perusahaan sejalan dengan program ESG dan mendukung capaian agenda internasional Sustainable Development Goals.

“Salah satunya melalui inovasi LOTION ini,” ujar GM Zona 13, Benny Sidik, dalam keterangan tertulis yang diterima SuaraBanyuurip.com, Selasa (31/10/2023).

Inovasi LOTION dari segi biaya terjadi penambahan revenue akibat efisiensi penggunaan own used gas sebesar Rp 77 miliar/tahun, serta menurunkan biaya operasional dari efisiensi perawatan karena saving running hours GTG sebesar Rp 5 miliar/tahun.

“Selain itu, terjadi pengurangan emisi gas yang terbuang ke lingkungan sebesar 33.810 ton CO2 eq per tahun,” sambung Field Manager Pertamina EP Donggi Matindok Field Ridwan Kiay Demak.

Dalam kesempatan yang sama, PEP Sukowati Field juga meraih penghargaan atas inovasi dalam Meningkatkan Reability dan Avaibility pada Power Plant dengan Menciptakan Alat E-PEPSI “Efektif Power Plant Sinkron” untuk Mengurangi Unplanned Shutdown.

GM Zona 11, Muzwir Wiratama menuturkan, bahwa dengan inovasi ini, pihaknya menegaskan komitmen dalam mendukung ketersediaan energi nasional dengan mengurangi adanya unplanned shutdown.

Baca Juga :   Pertamina EP Sukowati Latih Petani Bojonegoro Buat Pupuk Organik

“Dan di sisi lain juga mendukung kinerja keberlanjutan lingkungan dengan adanya efisiensi energi,” tuturnya.

Sementara Field Manager Pertamina EP Sukowati Field, Totok Parafianto menjelaskan, inovasi ini menekan kerugian akibat unplanned shutdown setara dengan Rp18,9 miliar per tahun. Tak hanya itu, inovasi dimaksud juga menimbulkan efisiensi energy sebesar 62.181,12 GJ per tahun, penurunan GRK sebesar 3.100, 18 ton CO2 eq per tahun.

“Dan penghematan lebih dari Rp24 miliar per tahun dengan payback periode kurang dari satu bulan,” jelas Totok.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *