Pemerintah Tunjuk Pertamina Sebagai Penjual Minyak Blok Cepu ke Kilang TWU di Bojonegoro

Kilang TWU.
Kilang mini TWU di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, kembali mendapat pasokan minyak mentah dari Blok Cepu.

SuaraBanyuurip.com– d suko nugroho

Bojonegoro – Pemerintah melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah menunjuk Pertamina sebagai penjual Minyak Mentah Banyu Urip Bagian Negara (MMBUBN) di wilayah kerja (WK) Cepu kepada pengelola kilang mini, PT Tri Waha Universal (TWU) di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro menjelaskan skema komersialisasi MMBUBN di wilayah kerja Cepu dengan kilang PT TWU saat ini adalah election in kind.

“Dengan penerapan skema ini, maka penjual MMBUBN adalah PT Pertamina (Persero),” kata Hudi kepada suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.

Pasokan MMBUBN di WK Cepu kepada PT TWU, dilakukan melalui B to B atau business to business oleh TWU kepada PT Pertamina (Persero).

Kilang TWU memperoleh alokasi minyak mentah Banyu Urip, Blok Cepu, sebanyak 15.000 barel per hari. Jumlah pasokan ini meningkat dua kali lipat lebih sebelum kilang TWU menghentikan operasinya pada 31 Januari 2018. TWU saat itu mendapat alokasi 6.000 bph.

Baca Juga :   Sumur Tua Ledok Atas Nama Warga

“Pasokan MMBUBN kepada TWU up to 15.000 barrel/day,” ucap Hudi.

Hudi menambahkan, dengan beroperasinya kembali kilang PT TWU diharapkan dapat mendukung ketahanan energi nasional dan memberikan dampak positif serta multiplier effect terhadap perekonomian lokal maupun nasional.

“Juga meningkatkan pendapatan asli daerah serta pendapatan pajak untuk negara,” tegasnya.

Sementara itu, suarabanyuurip.com masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari Pertamina terkait harga MMBUBN per barel yang diberikan kepada PT TWU. Termasuk durasi kontrak jual beli MMBUBN kepada perusahaan yang mayoritas sahamnya sebelumnya milik Saratoga Grup itu (PT TWU).

Corporate Secretary Kilang Pertamina Internasional (KPI), Hermansyah Y. Nasroen belum merespon konfirmasi yang dilayang suarabanyuurip.com, Kamis (23/11/2023), pukul 17: 11 Wib, hingga berita ini diterbitkan.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Tolong nyadi sekeliling harus di beri pekerjaan soalnya tau kan da minyak baunya bikin oraang sakit terutama masalah keuangan masak yg kebanyaan yang kerja dari luar semua ….mohon maaf kalao da kata2 yg salah R