Virus Chikungunya Lumpuhkan Warga Bojonegoro

Warsini, warga RT 18 Desa Sukosewu, Kecamatan Sukosewu, salah penduduk yang lumpuh terserang virus chikungunya.

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Sejumlah warga di Desa Sukosewu, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dikabarkan lumpuh akibat terinfeksi virus chikungunya. Meski telah menangani, namun pemegang otoritas kesehatan di kecamatan setempat belum memiliki data pasti sebaran virus ini.

Kepala Desa Sukosewu, Suwarno mengatakan, bahwa ada penyakit lumpuh yang menyerang sejumlah warganya. Kabar terkini menyebutkan empat orang masih menderita lumpuh, tetapi dua lainya telah membaik meski masih harus dibantu tongkat untuk berjalan.

Suwarno telah mendapat laporan bahwa Puskesmas Sukosewu telah mengidentifikasi penyakit lumpuh disinyalir tersebab oleh virus chikungunya. Diketahui penyakit ini telah menyebar di empat lokasi, yaitu Rukun Tetangga (RT )15, 16, 17, dan RT 18.

“Iya betul ada warga yang sakit lumpuh tiba-tiba,” kata Kades Sukosewu, Suwarno, kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (16/12/2023).

Adapun para warga yang terjangkit virus chikungunya ini kebanyakan telah berusia tua, Warsini salah satunya. Perempuan berusia 60 tahun ini mengaku sampai hampir tidak bisa berjalan. Kondisi yang menimpanya ini sudah berlangsung selama kurang lebih dua hari.

Baca Juga :   Hingga Oktober 2022, Sebanyak 303 Warga Bojonegoro Terjangkit DBD

“Rasanya nyeri di sekujur tubuh, terutama pada bagian persendian,” ujar penduduk RT 18 Desa Sukosewu.

Terpisah, Kepala Puskesmas Sukosewu dr. Afrida menyatakan, pihaknya langsung menindaklanjutinya laporan Pemerintah Desa (Pemdes) Sukosewu dengan melakukan pemeriksaan epidemiologi pada Selasa 12 Desember 2023 guna mengidentifikasi sebaran virus.

Tindakan itu kemudian dilanjutkan dengan pemberian obat abate diikuti dengan pemberantasan sarang nyamuk pada esok harinya, Rabu 13 Desember 2023.

“Radiusnya (sebaran virus) kurang lebih 300 meter,” beber dr. Afrida.

Meski begitu, Puskesmas Sukosewu mengaku tidak mempunyai data pasti sebaran virus chikungunya di wilayah kerjanya, ini karena banyak dari masyarakat yang terinfeksi enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan milik pemerintah.

“Sementara yang kita ketahui ya dari Desa Sukosewu,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, ia mengimbau agar masyarakat bersedia untuk datang memeriksakan diri ke Puskesmas Sukosewu jika mengalami gejala chikungunya, supaya petugas dapat segera menindaklanjuti pada area tinggal mereka yang terjangkit.

 “Agar virus tidak menyebar luas,” terang dr. Afrida.(fin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *